12 Warga Cililitan luka, Pangdam Jaya tetap sebut tak ada korban

Mayjend Agus mengklaim, tindakan yang dilakukan Kodam Jaya berjalan dengan kondusif.

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
12 Warga Cililitan luka, Pangdam Jaya tetap sebut tak ada korban
Warga Batalyon Siliwangi tolak penggusuran. ©2015 merdeka.com/imam buhori

12 Orang warga Kompleks Batalyon Siliwangi di Cililitan, Jakarta Timur dilaporkan terluka usai bentrok dengan aparat TNI. Mereka terluka akibat dipukul dengan pentungan, kayu dan bambu, Bahkan beberapa di antaranya sempat ditendang.Menanggapi laporan tersebut, Panglima Kodam Jaya, Mayjend Agus Sutomo membantah ada korban luka dalam upaya pembongkaran rumah warga di Kompleks Batalyon Siliwangi. Agus mengklaim, tindakan yang dilakukan Kodam Jaya berjalan dengan kondusif."Enggak ada korban luka-luka, apalagi dibawa ke rumah sakit," kata Agus usai Rapim TNI AD 2015 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (8/1).Agus menambahkan, usai penertiban tersebut, 46 kepala keluarga bersedia direlokasi ke tempat yang sudah disiapkan Kodam Jaya. Tak hanya itu, sebelum bentrok berlangsung, pihaknya sudah melakukan upaya persuasif dengan warga setempat."Jam 1 siang tadi sudah 46 KK mau direlokasi. Kita lakukan penertiban dengan secara persuasif dan kekeluargaan, direlokasi ke Bekasi, Cibubur dibuatkan kavling gitu dan ditanggung Kodam," ujarnya.Dia mengatakan, saat ini kondisi penertiban di kompleks Batalyon Siliwangi telah berjalan dengan baik sesuai dengan rencana. Bahkan para warga telah makan bersama dengan personel TNI usai penertiban."Semakin dingin, justru tadi warga malah makan bareng dengan personel, artinya mereka (warga) mau direlokasi."Dari pantauan merdeka.com di lapangan, sejumlah 12 orang warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat terkena pentungan dan tendangan aparat TNI. Sembilan di antaranya sudah dilarikan ke RS terdekat untuk menjalani perawatan medis, sedangkan sisanya masih bertahan.

Rekomendasi