Bentrok di Batalyon Siliwangi, warga bingung dua orang hilang

Bentrok warga komplek Siliwangi dan pasukan TNI AD dari Kodam Jaya sempat memanas.

Dharmawan Sutanto
Oleh Dharmawan Sutanto - Reporter
Bentrok di Batalyon Siliwangi, warga bingung dua orang hilang
Warga Batalyon Siliwangi tolak penggusuran. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Bentrokan terjadi antara warga korban bongkaran Perumahan Komplek Batalyon Siliwangi, Cawang, Jakarta Timur, dengan ratusan aparat TNI AD. Setelah bentrok, warga melaporkan ada seorang keluarganya bernama Roni (23), hilang.Salah satu kerabat Roni, Febi Sigar (32) yang merupakan warga RT 06 RW 10 Komplek Batalyon Siliwangi, Kampung Jambul Lama, Jakarta Timur mengatakan, Roni hilang setelah bentrokan terjadi sekitar 30 menit."Dia (Roni) hilang saat bentrokan terjadi. Waktu itu Roni menjaga anak-anak agar masuk ke dalam Gereja GPIB Betania," ujar Febi kepada merdeka.com di lokasi, Kamis (8/1).Lanjut Febi, setelah bentrokan usai, Roni ternyata tidak ada di gereja tersebut."Saat mereka udah pada masuk kita cari keluarga masing-masing dan ternyata tidak ada Roni di Gereja tersebut, kita coba kontak dia juga tidak aktif," tandasnya.Sementara itu, Komisioner Mediasi Komnas HAM, Siti Noor Laila mengakui, dirinya mendapatkan laporan adanya belasan warga mengalami luka-luka."Kami menyampaikan keluhan warga ke ada dua hal yaitu dua keluarga yang belum kembali dan ada beberapa yang mengalami luka sebagian ada yang mendapat pengobatan dan belum," katanya.Dua orang yang hingga kini belum ditemukan yaitu, Roni Kaihatu (23) yanng menjadi guru kebaktian GPIB Betania dan Martinus Pantau yang merupakan warga RW 10."Tentu itu menjadi kewajiban Komnas HAM untuk melakukan penyelidikan," tandasnya.

Rekomendasi