Wanita yang pamer payudara depan TNI istri pensiunan Koppasus

Wanita ini mengaku spontan melakukan aksinya pamer payudara saat penggusuran berlangsung.

Dharmawan Sutanto
Oleh Dharmawan Sutanto - Reporter
Wanita yang pamer payudara depan TNI istri pensiunan Koppasus
Warga Batalyon Siliwangi tolak penggusuran. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Siapa yang menerima 'diusir' rumah yang telah ditempatinya sejak tahun 1959. Seperti yang dialami Ince Helena Paungau (67), warga kompleks Batalyon Siliwangi, Cililitan, Jakarta Timur.Berbagai upaya dilakukan Ince demi mempertahankan rumahnya tersebut, mulai dari menangis, mencoba menghadang aparat TNI AD yang hendak mengeluarkan barang-barang di rumahnya, bahkan sampai rela membuka baju hingga bentuk payudaranya terlihat dan disaksikan oleh para prajurit bercorak loreng-loreng tersebut."Mereka sudah anarkis sampai masjid mereka tendang. Saya sudah nenek-nenek sebagai bekas TNI mereka tega melakukan hal tersebut. Saya melakukan buka baju spontanitas aja karena kasian melihat anak-anak kecil ditendang dan ibu-ibu dipentung pakai pentungan sampai berdarah, tapi justru mereka menertawakan saya sebagai suami mantan TNI," ujar Ince kepada merdeka.com, Kamis (8/1).Ince yang bersuamikan Piet Alfred (76) ASSA sebagai Kopassus tahun 1960 di bawah komandao Jenderal Sarwo Edi tersebut, mengakui sejak tahun 1959 keluarganya belum mendapatkan rumah.

"Kami dari kawin belum sempat mendapat rumah dari tahun 59 saat rumah kami terbakar 27 Agustus jam 4 sore," katanya.Ince menjelaskan, suaminya pernah masuk sebagai anggota prajurit ASSA Kopassus tahun 1960. Namun, tahun 1970 dipindahkan ke kodim 0502 Tanjung Priok, Jakarta Utara."Suami saya pensiun tahun 1989 di Kodim 0502 Tanjung Priok. Pada trahun 1970 suami saya tidak lulus pelantikan akibat tidak mengizinkan long march cepat," jelasnyaInce pun berharap, adanya kebijakan dari pemerintah apalagi suaminya merupakan pensiunan TNI dan pernah bergabung dalam pasukan ASSA Kopassus."Tinggal di sini dari tahun 1959 masih ada kebijakan pemerintah yang mendukung di sini. Setelah penggantian panglima, ini lebih kejam dan anarkis," keluh ibu dua anak dan empat orang cucu tersebut.

Rekomendasi