12 Warga Batalyon Siliwangi benjol dipentung pasukan Kodam Jaya

Penggusuran Komplek Batalyon Siliwangi di Cililitan, Jakarta Timur berujung ricuh.

Dharmawan Sutanto
Oleh Dharmawan Sutanto - Reporter
12 Warga Batalyon Siliwangi benjol dipentung pasukan Kodam Jaya
Warga Batalyon Siliwangi tolak penggusuran. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Penggusuran Komplek Batalyon Siliwangi di Cililitan, Jakarta Timur berujung ricuh. Awalnya warga memblokade akses menuju perumahan dan menghalangi pasukan TNI masuk. Saling dorong dan pemukulan pun terjadi. Sedikitnya 12 warga terluka dalam insiden ini. Kebanyakan karena terkena pentungan TNI."Ini belum dijahit tapi nggak mau karena masih shock, saya dipukul 3 kali kena pentung," kata Koko (50) seorang warga Komplek Batalyon Siliwangi, Kamis (8/1).Koko dan puluhan warga lain bersikeras bertahan. Mereka merasa layak tinggal di tanah sengketa yang dimiliki Kodam Jaya ini."Ini bukan tanah mereka, Kodam belum bangun, kita sudah ada. Kita tetap bertahan dan mengadu ke Komnas Ham minta keadilan," kata Koko.Sementara itu Pangdam Jaya Mayjen Agus Sutomo mengatakan, pihaknya mengutamakan cara-cara persuasif terkait penertiban perumahan yang akan dibangun rumah susun untuk personel TNI tersebut."Sudah beberapa hari lalu kita sudah melakukan silaturahmi dan sosialisasi tapi warga menolak setelah itu penolakannya cukup keras. Tapi saya minta sama anggota saya untuk selalu melakukan persuasif dan tidak terpancing oleh tindakan anarkis," kata Agus Sutomo di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (8/1).Menurut dia, warga sipil yang menempati lahan itu tidak punya hak. Penertiban akan dilakukan sampai bulan Februari mendatang. "Kita hari ini melakukan penertiban kepada sipil yang tak punya hak, penertiban dibagi 3 gelombang penertiban. Hari ini sampai bulan depan," ujarnya.

Rekomendasi