2015 Merupakan tahun Kambing Kayu. Shio Kambing Kayu memiliki karakter emosi yang berubah-ubah. Selain itu, Shio kambing kurang menyukai jadwal yang ketat, sulit berdisiplin dan tak mampu menerima terlalu banyak kritik tajam.Seperti dilansir dari Horoscope.com, Tahun Kayu Kambing dimulai 19 Februari 2015 hingga 7 Februari 2016. Situs tersebut juga meramalkan tahun ini shio kambing akan mendapat keberuntungan yang cukup besar, Shio kambing akan senantiasa mudah mengerjakan sesuatu.Tahun 2015 disebut juga sebagai tahun transisi, di mana tongkat pemerintahan kepemimpinan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Presiden Joko Widodo, sehingga membutuhkan proses penyesuaian.Sejumlah warga menyandarkan harapannya di tahun Shio Kambing Kayu. Berikut di antaranya:
Advertisement
Sejumlah harapan disematkan di 2015 yang merupakan tahun dengan shio Kambing Kayu. Yongki Perdana salah satunya. Di era pemerintahan JOkowi-JK ini, pengusaha pakaian ini berharap nilai tukar Dolar terhadap Rupiah dapat stabil."Kalau bisa ya, di tahun ini, nilai tukar Dollar terhadap Rupiah tidak naik terus. Dan kalau bisa Dolar di bawah Rp 12 ribu, karena usaha saya bergantung sama harga Dolar," ujar Yongki saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (3/1).Meski tidak terlalu percaya dengan ramalan Shio, di tahun 2015 ini, pria yang memiliki dua toko di Jakarta dan Bandung ini berharap musim penghujan tidak berkepanjangan. Karena cuaca juga berpengaruh besar terhadap pemasukan tokonya."Biasanya kalau musim hujan, orang malas keluar, jajan ke toko. Beda kalau musim panas, orang pasti maunya nongkrong dan main ke toko," ujar pria asal Sumatera Barat ini.
Advertisement
Setiap orang pasti memiliki keinginan memiliki pasangan dan berumah tangga. Banyak hal yang dipikirkan sebelum mencari pasangan, mulai dari apa pekerjaan calon pasangan, selisih usia, hingga agama.Hal tersebut juga yang direncanakan Wahyu Setiawan, seorang warga Depok yang bekerja di Jakarta. Di tahun Kambing Kayu ini, ia berencana mendapatkan pasangan."Maunya sih tahun ini bisa dapat pasangan dan cepat nikah," ujar pria yang biasa disapa Wawan kepada merdeka.com, Sabtu (3/1).Mengingat usia yang sudah melewati 30 tahun, pria yang juga memiliki usaha garmen ini menambahkan tidak terlalu selektif dalam mencari pasangan. Ia pun mengaku tidak mempermasalahkan bakal calon pasangannya."Yang mana aja deh. Yang single atau yang gagal berumah tangga juga saya mau," ujarnya.
Advertisement
Mengerjakan tugas akhir merupakan momok bagi seorang mahasiswa. Apa pun akan dilakukan untuk bisa menyelesaikan skripsi sebagai syarat kelulusan dari sebuah universitas."Maunya tahun ini skripsi kelar. Capek juga empat semester skripsi ngulang-ngulang terus. Selain makan dana banyak, juga makan waktu," ujar Budi saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (3/1).Di tahun Kambing Kayu ini, pria yang tinggal di Bekasi ini lulus dengan nilai yang tinggi. Ia juga berharap, setelah lulus dapat dengan cepat mendapatkan pekerjaan."Tahun ini lulus, terus dapat pekerjaan," harapnya.