Pria misterius bersenjata di hutan TNBB Buleleng diduga teroris

Pria yang kini diburu polisi itu diduga sering mencuri makanan dan logistik warga di gubuk-gubuk sawah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pria misterius bersenjata di hutan TNBB Buleleng diduga teroris
Ilustrasi Teroris. ©shutterstock.com/Marijus Auruskevicius

Seorang pria bersenjata tajam diketahui bersembunyi di kawasan perbukitan di Desa Sumber Klampok, Gerogak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Keberadaannya meresahkan warga sekitar karena kerap mencuri bahan makanan dan logistik.Polisi dan TNI kini tengah berada di kawasan hutan tersebut untuk memburu pria misterius yang dikait-kaitkan dengan aksi teroris tersebut.Menurut penuturan warga, kecurigaan terhadap adanya pria misterius berada di hutan lindung kawasan TNBB itu bermula dari seringnya petani kehilangan logistik bahan makanan atau sembako yang disimpan di gubuk tempat istirahat usai menggarap lahan.Ketua Kelompok Tani di Desa Sumber Klampok, Jatim, secara pasti tidak mengetahui identitas pria di maksud. Namun menurut penuturan sebagian petani yang menjadi anggotanya ditemukan kemah dari terpal (bivak) yang di duga menjadi tempat persembunyiannya."Kami minta petani untuk mengecek kembali keberadaan bivak tersebut, namun di laporkan sudah tidak ada lagi," ujarnya.Aparat Polri dan TNI bersama warga setelah mendapat laporan tersebut langsung menyisir lokasi dimaksud. Tempat yang diduga di gunakan sebagai tempat persembunyian pria tidak dikenal itu berada di hutan lindung kawasan perbukitan Sumberjo.Kapolsek Gerokgak Kompol I Putu Juen seizin Kapolres Buleleng AKBP Kurniadi saat di konfirmasi membenarkan pihaknya melakukan penyisiran ke lokasi di maksud. Menurut dia, telah mengecek terhadap lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian yang di duga jaringan anggota teroris tersebut."Kami bersama Polsek Kawasan Laut Gilimanuk mendatangi tempat itu untuk memastikan. Lokasinya ada di tengah hutan perbatasan wilayah Jembrana dan Buleleng," terangnya.Soal kebenaran apakah itu kelompok Isis, dirinya enggan berkomentar banyak. "Masih kita selidiki. Nanti dululah, nanti kalau sudah jelas baru kita sampaikan," tuturnya.

Rekomendasi