Hubungan intim dalam mobil sedang marak dilakukan pasangan mesum. Hingga sejumlah mucikari menawarkan layanan mobil goyang dengan tarif jutaan rupiah.Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menilai hubungan seks di dalam mobil sah-sah saja. Syaratnya dilakukan oleh heteroseksual yang mempunyai ikatan pernikahan yang resmi. "Asalkan dilakukan oleh heteroseksual dalam ikatan perkawinan dan tidak lewat gaya-gaya menyimpang, menurut saya sah-sah saja," kata Reza Indragiri saat dihubungi merdeka.com, Jumat (5/12).Dia mengatakan, bahwa hubungan seks membutuhkan imajinasi agar tak terjadi kebosanan. "Seks butuh imajinasi agar tidak menjadi sesuatu yang monoton. Imajinasi bisa terpacu ketika pasangan sepakat bereksperimen di luar kelaziman," ujarnya.Lanjut dia, hubungan seks yang menyenangkan melibatkan endorfin agar gairah semakin bertambah. "Seks yang mengasyikkan pasti melibatkan hormon kesenangan. Nah ketika dikombinasikan dengan adrenalin, gairah malah bisa berlipat ganda," jelasnya.Dia menambahkan justru pelaku hubungan seks yang menyebarkannya akan dijerat undang-undang Pornografi."Yang merekam lalu menyebarkan adegan tersebut, justru yang bisa kena jeratan UU Pornografi," imbuhnya.Namun ia belum mengetahui kenikmatan hubungan seks di dalam mobil yang dirasakan setiap pasangan lawan jenis itu. "Saya sendiri belum pernah. Pernahnya seks di Bemo," candanya.
Seks dalam mobil sampai goyang sah saja, asal suami-isteri
"Seks butuh imajinasi agar tidak menjadi sesuatu yang monoton. Imajinasi bisa terpacu ketika pasangan bereksperimen."
Rekomendasi