Setelah sukses menutup Gang Dolly dan Jarak di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, melalui Pemkot Surabaya pada Juni lalu, kini Pemprov Jawa Timur ingin kembali mempersempit gerak praktik prostitusi yang ada di provinsi timur Pulau Jawa ini.Setidaknya ada sembilan daerah menjadi target utama Pemprov Jawa Timur di akhir 2014 ini, sehingga memasuki 2015 mendatang, Jawa Timur sudah harus benar-benar steril dari segala bentuk praktik prostitusi.Menurut Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Jawa Timur, Ratnadi Ismaon, kesembilan daerah yang masih aktif menjalankan praktik prostitusi itu di antaranya, enam lokasi di Kabupaten Nganjuk, satu lokalisasi di Ponorogo, satu lokalisasi di Mojokerto dan di Kabupaten Lumajang.Dari sembilan tempat lokalisasi yang masih beroprasi ini, total tercatat ada sekitar 830 pekerja seks komersial (PSK) yang masih aktif menawarkan paha dan dada miliknya ke sejumlah pria hidung belang."Di akhir Tahun 2014 ini, Pemprov Jatim ingin mempercepat penutupan sembilan lokalisasi yang masih aktif tersebut. Sehingga, memasuki Tahun 2015 nanti, Jawa Timur sudah benar-benar bersih dari seluruh praktik mesum," terang Ratnadi, Jumat (5/12).Untuk mempercepat niat itu, lanjut dia, Gubernur Jawa Timur Soekarwo segera membuat surat resmi yang ditujukan kepada empat kepala daerah tersebut, agar segera melakukan upaya penutupan semua lokalisasi yang masih beroperasi di daerahnya itu."Suratnya sudah ada, tinggal ditandatangani oleh bapak gubernur (Soekarwo). Selanjutnya, surat bisa segera dikirimkan ke masing-masing kepala daerah itu," ungkap Ratnadi. Dia kembali memaparkan, penutupan semua lokalisasi di Jawa Timur ini, bukan hal yang tidak mungkin dilakukan. Sebagai contoh kasus, kata dia, di Surabaya ada lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara yaitu Gang Dolly dan Jarak.Semula, banyak orang mengira penutupan sulit di lakukan, tapi kegigihan Pemkot Surabaya di bawah kendali Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, apa yang dianggap tidak mungkin itu, bisa dilakukan. Pada Juni lalu, Gang Dolly dan Jarak bisa disterilkan."Gang Dolly adalah contoh. Lokalisasi sebesar apapun, jika ada niat dan pemerintah setempat berkomitmen ingin memberantas praktik prostitusi di daerahnya, pasti berhasil meski ada banyak halangan," ujarnya.Berdasarkan data Biro Kesra Pemprov Jawa Timur, terhitung sejak Tahun 2010, ada sekitar ribuan PSK aktif yang tersebar di 47 lokalisasi di Jawa Timur. Satu per satu, sejumlah lokalisasi itu berhasil ditutup. Puncaknya adalah penutupan Gang Dolly dan Jarak di Surabaya.Penutupan sendiri, tidak dilakukan serta merta, melainkan secara bertahap. "Dan yang paling penting adalah pemberian pelatihan dan bantuan Rp 3 juta ke masih-masing PSK sebagai modal usaha," ujarnya.
Setelah Dolly, Pemprov Jatim akan tutup 9 lokalisasi di 4 daerah
"Di akhir 2014 ini, Pemprov Jatim ingin mempercepat penutupan 9 lokalisasi yang masih aktif tersebut," kata Ratnadi.
Rekomendasi