Ingin sekolah lagi, korban pelecehan Raja Solo tagih janji DPRD

Keinginan tersebut disampaikan AT, melalui salah satu bibinya bernama Kumoro Gantyowati (44).

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Ingin sekolah lagi, korban pelecehan Raja Solo tagih janji DPRD
Ilustrasi Pelecehan Seksual Anak. ©2014 Merdeka.com

AT (15) korban human trafficking yang diduga dilakukan oleh Raja Keraton Kasunanan Surakarta, ingin melanjutkan sekolah lagi. Keinginan tersebut disampaikan AT, melalui salah satu bibinya bernama Kumoro Gantyowati (44)."AT punya tekad yang kuat untuk melanjutkan sekolah lagi. Dia sudah bisa menerima kondisinya saat ini yang sudah melahirkan anak. Makanya nanti kita akan tagih pemerintah atau DPRD yang katanya akan membiayai AT," ujar Gantyowati, saat ditemui merdeka.com, Senin (1/12).Warga Pondok Baru, Gentan, Baki, Sukoharjo tersebut menambahkan, saat ini pihak keluarga AT berkonsentrasi untuk memastikan kesehatan bayi laki-laki yang dilahirkan AT, Selasa pekan lalu dan ibunya. Jika nanti AT benar-benar bisa melanjutkan sekolahnya, pihak keluarga akan memberikan dukungan penuh, dengan membantu mengasuh anaknya."Nanti akan kita pindahkan ke sekolah lain, bukan SMK yang dulu. Dia kan trauma," imbuhnya.Seperti diketahui, AT keluar dari salah satu SMK di Solo, saat baru 3 bulan menjalani sekolah di kelas 1, karena menjadi korban kasus human trafficking dengan tersangka WT. Saat ini kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sukoharjo. Salah satu saksi, Raja Surakarta Paku Buwono (PB) XIII yang diduga sebagai pembeli, tidak bias diperiksa, lantaran sakit.Sementara itu salah satu anggota tim advokasi AT, Asri Purwanti mengatakan, pihaknya akan segera mendatangi DPRD Sukoharjo. Kedatangan tersebut untuk menanyakan kepastian hukum DPRD yang pernah menjanjikan anggaran untuk keperluan AT, selama perawatan, maupun sekolah."Kita akan dating ke DPRD, untuk menanyakan kepastian hukumnya. Saat kita hearing Agustus lalu, mereka bersama dinas terkait di Pemkab Sukoharjo, pernah menjanjikan untuk membiayai sekolah dan perawatan kesehatan AT. Kita akan pastikan, biaya sekolahnya nanti sampai selesai kuliah atau hanya sampai SMK saja. Kita sudah dijanjikan bertemu pimpinan dewan, minggu depan. Karena saat ini mereka sedang ada kunjungan ke Jakarta," pungkasnya.

Rekomendasi