Penusukan anggota Brimob di Yogya karena senggolan joget dangdut

"Mereka (pelaku) mengaku tengah mabuk berat saat itu," kata Slamet Santoso.

Kresna
Oleh Kresna - Reporter
Penusukan anggota Brimob di Yogya karena senggolan joget dangdut
Ilustrasi Pembunuhan. ©2014 Merdeka.com

Polresta Kota Yogyakarta mengurai motif penusukkan TN, seorang anggota Brimob yang dilakukan oleh empat preman di Jalan Pasar Kembang.Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol R. Slamet Santoso, mengatakan motif penusukan tersebut karena anggota Brimob dan sejumlah tersangka bersenggolan saat joget dangdut di sebuah kafe."Dari keterangan pelaku mereka rada kesal karena senggolan sama anggota brimob saat joget dangdut pantura. Mereka mengaku tengah mabuk berat saat itu. Keterangan korban juga mengarah ke sana," kata Slamet Santoso, Senin (24/11) ditemui di Polresta Yogyakarta.Empat pelaku yang memukuli anggota Brimob kini tengah ditangkap Polresta. Keempatnya diduga merupakan preman di Jalan Pasar Kembang sekitar Malioboro. Sementara seorang pelaku lainnya masih diburu kepolisian karena menjadi pelaku penusukan TN."Yang melakukan penusukkan masih kami buru. Kami menduga pelaku belum ke luar kota, masih di Yogya saja. Selain empat pelaku kami juga tengah mengamankan sebuah sepeda motor yang digunakan membonceng korban," ungkap Slamet.TN sendiri dipukuli kemudian ditusuk oleh gerombolan pelaku saat tengah bertugas. Ketika sampai di Jalan Pasar Kembang TN dihadang enam orang pelaku yang kemudian memukuli dan menusuknya. Akibat peristiwa ini TN sendiri dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan intensif."Korban sendiri sekarang masih belum bisa dimintai banyak keterangan karena masih dirawat. Kasus ini akan terus kami dalami," terang Slamet.

Rekomendasi