Calon kepala BIN sebaiknya pensiunan TNI paham intelijen

Syarat utama kepala BIN diharapkan memiliki latar belakang militer dan bukan berangkat dari partai politik.

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Calon kepala BIN sebaiknya pensiunan TNI paham intelijen
Ilustrasi TNI. ©2014 Merdeka.com

Presiden Joko Widodo masih belum menunjuk kepala Badan Intelijen Negara (BIN) hingga saat ini. Sejumlah kriteria seperti nasionalisme, penguasaan fungsi intelijen dinilai syarat utama calon kepala lembaga telik sandi tersebut.Selain itu, syarat utama kepala BIN diharapkan memiliki latar belakang militer dan bukan berangkat dari partai politik. Sebab, jika berasal dari politisi, kemungkinan akan memberikan informasi yang kurang akurat."Sebaiknya kepala BIN jangan diambil dari politisi, tetapi diambil dari mantan tentara. Kalau pernah jadi politisi dan duduk sebagai politikus akan ada keterpengaruhan," kata Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/11).Hendardji yang juga pernah menjabat Asisten Pengamanan KASAD itu menambahkan, jika kepala BIN berasal dari politisi, maka akan rawan intervensi. Sehingga di dalam memberikan informasi kepada presiden tidak ada jaminan kebenarannya."Kalau dari partai politik nanti berpikir terkontaminasi, tak netral walaupun merasa netral. Calon kepala BIN sebaiknya belum terjun di parpol," jelas Hendardji."BIN itu dari awalnya untuk melaksanakan tugas-tugas intelijen, intelijen awalnya untuk keperluan perang dan berkembang dalam hal-hal lain," imbuh mantan Dan Pom Dam Jaya 1997-1999 itu.Hendardji yang merupakan lulusan Akabri tahun 1974 berpendapat, sosok Marsekal Madya TNI (Purn) Ian Santoso Halim Perdanakusuma cocok menempati jabatan sebagai Kepala BIN. Karena, selain mempunyai pengalaman sebagai kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) pada era pemerintah Presiden Gus Dur dan Megawati, Ian memiliki nasionalisme dan Integritas yang tinggi."Pak Ian Santoso kami nilai pantas dan cocok menjabat sebagai Kepala BIN. Sebab beliau belum pernah di parpol. Kemudian beliau memiliki pengalaman yang mumpuni sebagai kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais)," terang Hendardji."Kemudian juga Pak Ian dan Presiden Jokowi mempunyai satu visi dan tujuan dalam penguatan fungsi intelijen, baik kekuatan intelijen di darat, laut dan udara," tandasnya.

Rekomendasi