Tolak BBM naik, ratusan buruh blokir Jalan Pahlawan Semarang

Demonstran beralasan, imbas kenaikan harga bahan bakar premium dan solar membuat perekonomian buruh kian tertekan.

Fariz Fardianto
Oleh Fariz Fardianto - Reporter
Tolak BBM naik, ratusan buruh blokir Jalan Pahlawan Semarang
Demo kenaikan BBM blokir jalan di Semarang. ©2014 Merdeka.com/Fariz

Aksi penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terjadi di depan kantor Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (18/11). Aliansi dari berbagai buruh tersebut datang dari berbagai wilayah di Jawa Tengah untuk menentang kenaikan harga bahan bakar bersubsidi.Aksi ratusan buruh diwarnai dengan teatrikal menampilkan sosok pocong dan petani untuk menggambarkan demokrasi di Indonesia telah mati dan tidak berpihak kepada buruh. Mereka juga mengusung beragam spanduk besar yang bertuliskan menolak Pergub KHL. Mereka menuntut UMK berdasarkan hasil survei KHL.Nanang Setiono, koordinator aksi buruh di Jalan Pahlawan Semarang mengatakan, naiknya harga BBM sangat memberatkan para pekerja di bidang industri. "Hal itu membuktikan bila Jokowi tidak pro rakyat," kata koordinator buruh berteriak di hadapan rekan-rekannya.Dia mengungkapkan, imbas kenaikan harga bahan bakar premium dan solar membuat perekonomian buruh kian tertekan. Terlebih lagi, dalam kurun waktu hampir bersamaan buruh juga tidak mendapatkan penetapan upah yang layak dari Gubernur Ganjar Pranowo."Dari tahun kemarin hingga saat ini, UMK di Jateng hanya berada pada posisi tiga terendah di Indonesia. Karena di dalam penetapan nilai KHL masih mengacu KHL September. Makanya, kami mendesak pemerintah untuk mengubah UMK jateng sesuai KHL Desember dengan mengacu prediksi inflasi yang sedang berjalan," ujarnya.Alasan tuntutan tersebut, kata dia, apabila hitung-hitungan nilai UMK Jateng berdasarkan KHL November maka penghasilan yang didapatkan para buruh dipastikan semakin defisit.

Rekomendasi