Malang nian nasib yang dialami Sulikan, warga Pedongkelan yang rumahnya digusur aparat gabungan untuk relokasi perluasan Waduk Ria Rio. Sulikan mengaku sudah mendapatkan informasi dari warga lain sejak semalam, apabila perkampungan tempatnya tinggal akan direlokasi pada pagi ini (15/11). Namun, Bapak dua anak itu tidak sempat memindahkan semua barang yang ada di dalam rumah. "Saya sudah sebagian barang yang diamanin, tapi yang lain belum sempat. Kursi roda istri saya yang sedang stroke, tidak kembil," ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (15/11). Pantauan merdeka.com di lokasi, kursi roda istri Sulikan kini rusak parah karena tertimpa bangunan rumah yang digusur. Sulikan yang sudah tinggal di perkampungan tersebut selama 35 tahun mengaku pasrah dengan penggusuran ini. Ia juga menerima kebijakan Pemprov DKI yang akan merelokasi warga perkampungan ke Rusun Jatinegara. "Ya kita ngikut aja kalau memang bener mau dipindahin ke sana (Rusun Jatinegara). Tapi saya cuma sayang karena rumah ini adalah rumah turun temurun, kenangan di rumah ini banyak," tambahnya. Untuk sementara, Sulikan dan keluarganya akan tinggal di Masjid sekitar perkampungan, karena belum mengurus dokumen untuk pindah ke Rusun Jatinegara. "Sementara ini tidur di masjid dulu, warga lain juga tidur di sana dulu," ujarnya.
Sedihnya Sulikan saat kursi roda istrinya yang stroke rusak
Kursi roda istri Sulikan rusak tertimpa bangunan dalam penggusuran permukiman ilegal di Waduk Ria Rio.
Advertisement
Rekomendasi