Akun Triomacan2000 tak asing di jejaring sosial Twitter. Akun fenomenal tersebut kerap berkicau soal korupsi dan menyudutkan seseorang atau sebuah lembaga.Bagi para pengikutnya (follower-nya), kicauan Triomacan2000 dinilai sebuah kejelasan bobroknya negeri ini. Kicauan mereka bahkan sering menimbulkan kontroversi hingga membuat kegaduhan publik.Beberapa orang sempat melaporkan akun tersebut karena merasa difitnah dengan cuitan mereka. Mereka yang dituduhkan oleh Triomacan2000 pun membantah semua cuitan dari akun fenomenal itu.Belakangan, borok akun tersebut terbongkar. Mereka ternyata menyerang atau memfitnah seseorang sebagai alat untuk memeras.Petugas Polda Metro Jaya menangkap salah satu pemegang Akun Twitter Triomacan2000, Edi Saputra yang diduga memeras pejabat PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom)."Yang bersangkutan diamankan karena dugaan pemerasan," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Aries Budiman di Jakarta, Rabu (29/10).Aries mengatakan, petugas kepolisian mengamankan Edi di salah satu tempat pada Selasa (28/10) malam. Aries menyatakan polisi mengantongi alat bukti yang kuat atas keterlibatan Edi atas dugaan tindak pidana pemerasan.Triomacan2000 pun membantah yang ditahan adalah salah satu admin mereka. "Lha yang ditahan itu mantan kuasa hukum kami, bukan TM," tulis @Triomacan2000 Kamis (30/10) sore.
Advertisement
Beberapa hari setelah kicauan bantahan Triomacan2000, aparat Subdit Cyber Krimsus Polda Metro Jaya menangkap Raden Nuh, pemilik akun tersebut yang diduga melakukan tindak pidana pemerasan. Nuh yang juga caleg Partai Hanura itu ditangkap di sebuah rumah kos di kawasan Tebet, Jakarta Selatan."Pada hari Minggu, tanggal 2 November 2014 pukul 01.00 WIB, telah ditangkap Drs Raden Nuh SH, SIP, SE di rumah kos Jalan Tebet Barat Dalam 5, Tebet, Jakarta Selatan," tulis Kasubdit Cyber Crime Ditkrimsus Polda Metro Jaya AKBP Hilarius Duha, Minggu (2/11).Setelah diperiksa ternyata Raden Nuh dalang dari pemerasan yang dilakukan Triomacan2000. "Dia dalang dari semua kejahatan ini," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Aris Budiman.Tak berhenti di Raden Nuh, polisi kembali menciduk admin Triomacan2000 Hary Koeshardjono (HK) yang diduga juga terlibat."Sudah tiga orang yang diamankan. Satu lagi namanya Hary Koeshardjono (HK) ditangkap Jumat kemarin diduga juga admin," kata Hilarius.Setelah menjalani pemeriksaan, ketiga pendiri dan pengelola Triomacan2000 memeras seseorang dengan modus berbekal banyak akun Twitter. Mereka menyerang korbannya dan di-link-kan ke portal berita."Melalui akun Twitter itu di-link-kan ke portal berita yang isinya kasus korupsi. Ada 8 portal berita, tapi asatunews.com tidak ada," kata Kanit V Subdit Cybercrime Ditkrimsus Polda Metro Jaya Kompol Roberto Pasaribu di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (3/11).Mereka semua kini mendekam di balik jeruji Polda Metro. Namun, ternyata di dalam sel mereka cek cok. Raden Nuh dan Hari Koeshardjono baku hantam di dalam sel tahanan Polda Metro Jaya. Hari Koeshardjono mengaku dianiaya oleh Raden Nuh di dalam sel tersebut."Hari Koes ini katanya dianiaya oleh Raden Nuh," kata Hilarius, Rabu (12/11).Dia menyatakan, atas tindakan penganiayaan tersebut, Hari Koeshardjono membuat laporan baru soal penganiayaan. Kasus penganiayaan oleh Raden Nuh kepada Hari Koeshardjono ditangani sendiri oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya."Dia (Hari Koeshardjono) ini membuat laporan penganiayaan. Sejak kemarin keduanya juga telah dipisahkan selnya," terang dia.