Masyarakat Anti Kekerasan Yogyakarta (Makaryo) turut mengutuk teror terhadap Amien Rais yang dilakukan orang tak dikenal, Kamis (06/11) dini hari kemarin. Selain mengutuk adanya kekerasan tersebut, Makaryo, melalui salah seorang aktivisnya, Benny Susanto, menilai bahwa teror tersebut bukan lagi milik personal."Ini teror kesekian kalinya yang diterima Pak Amien. Juga menambah panjang kekerasan yang ada di Yogyakarta. Buat kami ini bukan hanya jadi teror buat Pak Amien. Memang secara materiil Pak Amien yang dirugikan, tapi ini sudah merupakan teror bagi Yogya juga," katanya, Jumat (07/11) siang ditemui di DPRD Provinsi Yogyakarta.Benny menegaskan bahwa penembakan mobil Amien Rais di kediaman Ketua PP Muhammadiyah 1995-1998 tersebut merupakan PR bagi kepolisian. Sebab, keamanan dan kenyamanan Yogyakarta dipertaruhkan dari bagaimana cara kepolisian menangani peristiwa penembakan dan sejumlah kekerasan lainnya di Yogyakarta."Sebelumnya juga sudah banyak kasus kekerasan lain di Yogyakarta. Kalau dibiarkan terus menerus, lamban ditangani, masyarakat sendiri yang cemas nantinya," tegasnya.Penembakan mobil Amien Rais sendiri menimbulkan banyak dugaan terkait motif pelaku. Masyarakat pun mulai terpecah dengan mengemuka dugaan motif. Sebagian yakin bahwa peristiwa penembakan ada hubungannya dengan suhu politik nasional, sebagian lagi berpendapat bahwa peristiwa itu hanya kriminal biasa.Mengenai hal tersebut, Benny tidak berspekulasi atau menduga motif penembakan. Ia menyerahkan semuanya pada penyelidikan kepolisian. "Soal motif terkait politik atau tidak, itu urusan lain. Peristiwa tersebut sudah merupakan pelanggaran hukum dan mengusik keamanan dan ketertiban di Yogyakarta," ujarnya.
Teror ke Amien Rais adalah teror kepada Yogyakarta
Kenyamanan Yogyakarta dipertaruhkan dari cara kepolisian menangani peristiwa penembakan dan sejumlah kekerasan lainnya.
Rekomendasi