Putri Amien Rais ungkap rentetan teror hingga ngadu Jokowi

Muntahan peluru pelaku mengenai badan kanan belakang mobil Toyota Harrier milik Amien, yang terparkir di depan rumah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Putri Amien Rais ungkap rentetan teror hingga ngadu Jokowi
rumah amien rais. ©2014 Merdeka.com/Rizky Erzi Andwika

Rumah Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais di Pandeansari, RT 01 RW 03, Condong Catur, Sleman, DIY, ditembak orang misterius. Kejadian berlangsung Kamis (6/11) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.Muntahan peluru pelaku mengenai badan kanan belakang mobil Toyota Harrier milik Amien, yang terparkir di depan rumah.Putri Amien Rais, Hanum Salsabiela Rais bereaksi atas rentetan teror yang terjadi. Menurutnya, teror tidak cuma terjadi kali ini saja.Berikut reaksi Hanum yang dituangkan di akun medsos miliknya:

Hanum Salsabiela Rais menceritakan soal teror sajen yang ditemukan di kediamannya, Kompleks Taman Gandaria Blok C Nomor 1, Gandaria, Jakarta Selatan.Menurutnya, penemuan sajen di semak-semak antara tanaman hias depan rumah bukan kali pertama. Sudah tiga kali teror mistis yang
sama terjadi."Sesajen yang disembunyikan di rumah Amien Rais sudah tiga kali," kata Hanum di Facebook, Kamis (6/11).

Dalam catatan Hanum, teror yang dialami keluarganya bukan kali ini. Teror juga tidak melulu berupa kekerasan, tetapi kegiatan
mistis.Pertama, aksi ruwatan di depan rumah, menyamakan Amien Rais dengan seekor ayam yang kemudian disembelih saat kegiatan berlangsung.Kedua rumah Amien Rais di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan disuguhi sajen berisi telur dan mori dan terakhir teror penembakan.

Hanum meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Mabes Polri mengusut kasus teror yang terjadi."Kami memohon kepada POLRI dan juga Presiden @jokowi_do2 mengusut tuntas teror serius ini. Agar tidak menjadi preseden buruk bagi pemerintah," tulis Hanum.

Hanum menilai aksi teror yang dialamatkan kepada Amien Rais merupakan ancaman serius. Dia meminta kepada Polri untuk mengusut tuntas kasus tersebut."Keluarga sebagai warga negara hanya ingin Polri dan pihak berwajib mengusut tuntas, karena ini adalah ancaman serius terhadap nyawa manusia," katanya.

Rekomendasi