Demo Tangcity, wartawan Tangerang tolak kekerasan

"Kami minta maaf atas apa yang terjadi. Insiden kemarin, kami akan memperhatikan hal ini," kata Wina.

Mitra Ramadhan
Oleh Mitra Ramadhan - Reporter
Demo Tangcity, wartawan Tangerang tolak kekerasan
Wartawan aksi tabur bunga. ©2012 Merdeka.com

Puluhan wartawan media cetak, televisi dan online yang tergabung dalam Pokja Wartawan Harian Tangerang berunjuk rasa di kawasan Tangcity Mall, Kota Tangerang, Kamis (6/11).

Hal itu dilakukan pasca-insiden pengeroyokan yang terjadi kepada salah seorang wartawan yang dilakukan security mal tersebut saat sedang meliput peristiwa kebakaran, Rabu (06/10).Dalam aksi tersebut, para awak media mengenakan pita hitam dan melakukan aksi tabur bunga sebagai simbol matinya kebebasan pers. Para wartawan juga memprotes security yang tengah berjaga di lokasi. Mereka pun langsung menghindari wartawan dan lari ke basement mal."Tindak security berlaku preman. Security bertugas menjaga keamanan, bukan melakukan kekerasan, apalagi kepada jurnalis yang sedang meliput. Pekerjaan kami dilindungi undang-undang. Tindakan pengeroyokan saat peliputan merupakan pelanggaran Undang-undang Pers," tegas Koordinator Aksi Denny Irawan yang juga wartawan Koran Sindo.Sementara wartawan MetroTV Fahrul Rozi menuntut agar pihak manajemen Tangcity memberikan tindakan tegas kepada para security yang melakukan aski premanisme dengan mengeroyok wartawan saat meliput."Pihak kepolisian harus segera menindak para pelaku. Manajemen Tangcity juga harus memberi pelajaran kepada seluruh karyawan bagaimana tugas-tugas jurnalistik," ujarnya.Building Manager Tangcity Mall, Wina Andriyani saat menemui wartawan meminta maaf atas insiden yang terjadi. Pihaknya akan segera mengambil tindakan kepada siapapun yang terlibat dalam pengeroyokan wartawan saat bertugas."Kami minta maaf atas apa yang terjadi. Insiden kemarin, kami akan memperhatikan hal ini sehingga tidak akan terjadi lagi. Kami juga akan melakukan evaluasi service," tuturnya.

Rekomendasi