Yuk ke Banyuwangi, ada gandrung sewu sampai jazz pantai

"Ragam acara dalam Banyuwangi Festival ini kami jadikan etalase besar bagi potensi potensi wisata Banyuwangi yang kaya."

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Yuk ke Banyuwangi, ada gandrung sewu sampai jazz pantai
advertorial banyuwangi. ©Foto Humas Pemkab Banyuwangi

Ajang pariwisata akbar Banyuwangi Festival 2014 kembali berlanjut. Dua bulan di penghujung tahun ini, Banyuwangi Festival menghadirkan atraksi kreasi budaya yang memikat. Mulai dari parade etnik Banyuwangi Ethno Carnival, festival kopi, pagelaran tari kolosal Gandrung Sewu, hingga Banyuwangi Beach Jazz Festival. Bulan-bulan sebelumnya, beragam acara telah digelar, mulai dari International Tour de Banyuwangi Ijen, Surfing Competition, Batik Festival, sampai Festival
Rujak Soto. "Ragam acara dalam Banyuwangi Festival ini kami jadikan etalase besar bagi potensi potensi wisata Banyuwangi yang kaya, lengkap dengan masyarakatnya yang punya tradisi seni-budaya yang mengakar kuat," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.Rangkaian Banyuwangi Festival pada November 2014 kembali menyuguhkan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) pada 22 November 2014. BEC tahun ini mengusung tema Tari Seblang. Tari ini merupakan tarian ritual yang paling tua di Banyuwangi dan telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Nasional oleh pemerintah pusat. Yang dimaksudkan sebagai usaha memperoleh ketentraman, keselamatan, dan kesuburan tanah agar hasil panen melimpah. Ritual ini ditarikan seorang penari dalam kondisi "trance", kondisi tak sadarkan diri sebagai penghubung warga desa dengan arwah leluhurnya. "Tari Seblang itu akan diterjemahkan dalam bentuk desain fesyen yang unik. Berbeda dengan kota lain yang berlomba membawa tema global ke level lokal, kami justru membawa tema lokal untuk diperkenalkan ke level global," ujar Anas.Setelah BEC, sehari kemudian wisatawan bisa mencicipi kopi citarasa Banyuwangi dalam Festival Ngopi Sepuluh Ewu. Festival minum kopi khas Using (masyarakat asli Banyuwangi) ini digelar 23 November malam hari di desa adat Kemiren. Seluruh latar rumah di Desa Kemiren akan disulap menjadi ruang tamu yang menyuguhkan kopi Using dan jajanan tradisional Banyuwangi. Menariknya, ribuan cangkir yang nantinya disuguhkan warga akan seragam."Semuanya gratis. Ini akan jadi malam yang romantis, karena di depan tiap rumah akan dipasang obor sebagai penerangan," imbuh Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Yanuar Acara lain yang sangat menarik adalah Festival Gandrung Sewu, sebuah pertunjukan kolosal yang menampilkan seribu penari gandrung. Event ini bakal dihelat 29 November 2014 di Pantai Boom dengan latar Selat Bali. Seribu penari dengan busana merah menyala di pinggir pantai berpadu dengan temaram senja. "Bisa dibayangkan betapa memikatnya jika pesisir pantai dipenuhi seribu penari Gandrung tepat saat sunset," kata Bramuda.Para wisatawan juga bisa menikmati perpaduan unik antara pesisir pantai dan musik jazz dalam gelaran "Banyuwangi Beach Jazz Festival" pada 6 Desember 2014. Dengan view Selat Bali di malam hari yang menawan, wisatawan bisa menikmati rythim jazz dari para musisi papan atas. Jazz pantai ini juga akan dipadu dengan berbagai sajian kuliner khas pesisir seperti ikan bakar di sekitar lokasi pertunjukan. Berbagai acara yang menunjukkan budaya maritim juga dihelat mengiringi jazz pantai."Talent yang hadir ada Kahitna, Tohpati & Friends, serta Kua Etnika feat Trie Utami. Selain juga ada Djaduk yang akan berkolaborasi dengan seni tradisi Banyuwangi. Mereka semua akan tampil all out untuk meramaikan jazz pantai," ujar Anas.Saat ini, ujar Anas, akses wisatawan ke Banyuwangi semakin mudah. Selain jalur darat dan laut, juga telah ada Garuda Indonesia dan Wings Air yang tiap hari menerbangi Banyuwangi dari Surabaya dan Denpasar. "Cukup 45 menit dari Surabaya dan 20 menit dari Denpasar," pungkas bupati berusia 41 tahun tersebut.

Rekomendasi