JK hingga kepala daerah komentari kasus tukang sate hina Jokowi

Imen sakit karena depresi selama tinggal di penjara.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
JK hingga kepala daerah komentari kasus tukang sate hina Jokowi
Prabowo temui JK. ©2014 merdeka.com/Imam Buchori

Muhamad Arsad (Imen) harus merasakan dinginnya tinggal di balik jeruji besi. Ulah isengnya mengunggah foto editan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di akun Facebook miliknya, berbuah jemputan polisi, Senin (20/10).Kemarin, Imen dikabarkan sakit dan mengharuskannya mendapat perawatan di RS Kramat Jati, Jakarta Timur. Sakitnya Imen ditengarai karena depresi selama tinggal di penjara.Kasus Imen juga mengundang pro kontra dari sejumlah pihak. Ada yang mengkritik Mabes Polri, ada juga yang berkomentar sebaliknya. Bahkan hingga Wapres Jusuf Kalla (JK) pun ikut berkomentar.Berikut komentar dari JK hingga kepala negara terkait kasus tukang sate hina Jokowi.

Wapres JK menilai setiap pelanggaran hukum harus ditindak tegas, terlepas dari apapun profesi pelaku pelanggaran hukum tersebut."Kalau orang melanggar, penjual sate, penjual mobil, penjual kain, kan tidak bisa dibedakan, orang melanggar. Enggak ada hubungan penjual satenya, yang dilihat pelanggarannya," ucap JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (30/10).Meski yang bersangkutan sudah meminta maaf, lanjut JK, proses hukum tetap harus berjalan. "Minta maaf secara personal itu maaf, tapi hukum kan tidak bisa orang minta maaf, nanti kalau kau ada masalah, suruh orang minta maaf, akhirnya bisa lagi (mengulangi perbuatan), tidak boleh," tegas JK.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang memang aktif di media sosial, merasa perlu adanya tindakan tegas bagi pelaku yang bertindak seenaknya di media sosial."Pada dasarnya shock therapy terhadap hal-hal begitu memang perlu. Hidup harus ada aturan tidak ada kebebasan," kata pria yang akrab disapa Emil ini, saat ditemui di Gedung DPRD Bandung, Kamis (30/10).

Politikus PDIP Tjahjo Kumolo yang juga Menteri Dalam Negeri meminta aparat kepolisian untuk mencari apa motivasi Imen mengunggah foto telanjang berwajah Jokowi di Facebook. Tjahjo juga meminta polisi mengusut aktor di belakang tukang tusuk sate itu."Secara detailnya saya belum melihat. Dilakukan oleh tukang sate yang menyebarkan lewat Facebook. Lha kan canggih. Saya kira tugas polisi ini harus dicari fakta apakah inisiatif dia sendiri atau disuruh orang yang ada di belakang tukang sate itu," kata Mendagri Tjahjo Kumolo usai menjadi pembicara dalam acara pertemuan antara SKPD, Camat dan Lurang se-Kota Semarang di Gedung Moch Ikhsan, Pemkot Semarang Jalan Pemuda Kota Semarang, Jawa Tengah Rabu (28/10).

Politikus PDIP Eva Sundari menilai kasus tukang tusuk sate, Muhammad Arsad alias Imen yang mengunggah foto porno hasil editan berwajah Jokowi di Facebook bukanlah persoalan personal. Menurutnya, penyebaran foto pornografi merupakan masalah publik."Penyebaran pornografi, bukan bullying. Sepatutnya pembahasan soal AM tidak dikaburkan bahwa isunya personal (presiden) tapi isu publik. Sesuai komitmen kita untuk melindungi anak-anak dari bahaya pornografi," kata Eva dalam siaran persnya, Jakarta, Jumat (31/10).

Kapolri Jenderal Polisi Sutarman mengungkap penahanan Imen bukan lantaran pemuda yang bekerja sehari-hari sebagai penusuk sate itu telah menghina Jokowi sebagai presiden. Namun, karena dia telah menyebarkan foto-foto berbau pornografi."Pornografinya (alasan paling kuat). Karena menyebarkan foto-foto porno yang seperti itu. Ini kan berbahaya bagi pendidikan anak-anak. Bukan karena Pak Jokowinya, karena pornografinya," kata Sutarman di Kantor Wapres, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (30/10).

Rekomendasi