Ketika wajah para wali kota Bandung jadi indah dalam seni rajut

Mereka merajut teknik anyam dengan kecepatan minimal 60 menit. Penilaian dilakukan dari tingkat kemiripan dan kerapian.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Ketika wajah para wali kota Bandung jadi indah dalam seni rajut
Lomba karya rajut di Bandung. ©2014 Merdeka.com/Andrian Salam Wiyono

Wajah kepala daerah sering kita jumpai dalam bentuk bingkai yang ditempel di tembok. Namun di tangan para perajut, wajah pimpinan daerah kota Bandung bisa menjadi karya seni. Ya, sekelompok orang yang tergabung dalam Komunitas Remaja Aktivis Industri Fashion (Kreatif) di Sentra Rajut Binong Jati menggelar lomba pola wajah wali kota Bandung dari masa ke masa.Lomba bertajuk 'Merajut kreatif wajah wali kota Bandung' ini dimaksudkan meningkatkan gairah perajut terus berkarya. Kian dewasa, perajut di kawasan Binong Jati yang berdiri sejak 1960 sudah kian tak diminati. Generasi baru perajut diharapkan terus lahir.Ketua Kreatif Eka Rahmat Jaya mengatakan, lomba tersebut juga bagian dari menyemarakkan hari jadi Bandung ke-204 yang jatuh pada September lalu. Ada 10 peserta saling menunjukkan kemampuan melukis lewat kain dengan objek gambar wali kota.Sebut saja mantan Wali Kota Bandung Wahyu Hamijaya, Ateng Wahyudi, Dada Rosada, hingga Wali Kota Bandung teranyar Ridwan Kamil."Lomba menggambar dengan cara merajut. Adapun maksud ami ingin mengangkat kembali produk rajut Binong Jati. Biar tetap eksis dan membangkitkan kembali sentra rajut di sini," kata Eka saat ditemui di sela-sela lomba, di Kawasan Sentra Rajut Binong Jati No 135 Bandung, Sabtu (25/10).Mereka merajut dengan teknik anyam dengan kecepatan minimal 60 menit. Penilaian dilakukan dari tingkat kemiripan dan kerapian. "Semakin berpotensi untuk juara," paparnya.

Rencananya karya rajutan wajah wali kota Bandung ini akan menjadi karya seni untuk menjadi koleksi galeri rajut. Dari situ diharapkan pemerintah bisa memperhatikan kawasan Binong Jati yang nyaris tanpa perhatian.Peserta lomba Dede (31) mengaku teknik merajut anyam ini cukup sulit. Sebab dibutuhkan keuletan hingga menghasilkan suatu karya nyata. Apalagi rajut menggambarkan sosok penting yang pernah membawa Bandung."Sulit memang, tapi ini tantangannya agar bisa lebih mengasah kemampuan rajut," terangnya.

Rekomendasi