Beredarnya video kekerasan terhadap salah seorang murid di SD Trisula Perwari Bukit Tinggi membuat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar prihatin. Dia menyatakan bahwa untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan kembali terjadi, korban harus dilindungi.Adapun bagi pelaku yang melakukan tindak kekerasan harus diserahkan kepada peradilan anak. Sebab, meski melakukan tindakan tersebut mereka harus dilindungi sekaligus dihukum sesuai dengan usianya."(Korban) harus dilabelisasi dan dilindungi. Trauma healing-nya juga harus dilakukan. P2TP2A saya sudah koordinasikan. Dan untuk pelaku tindak sesuai hukum peradilan pidana anak.," katanya usai mengisi Kuliah umum dengan tema 'Revolusi Mental Dimulai Dari Keluarga, Kampus dan Kota Layak Anak' di Kampus ITB, Selasa (14/10).Menurut dia, sekolah harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Apalagi kekerasan terjadi saat guru pendidikan agama tengah mengajar di musala setempat."Kembalikan kepada sekolah. Kejadian di sekolah seperti apa. Perlu melihat perilaku anak-anak spesifiknya. Kita harus tau kebiasaan anak-anak di sekolah ini seperti apa. Ini harus tahu," terangnya.Sebelumnya diberitakan, Aksi kekerasan terhadap pelajar terjadi di Bukit Tinggi Sumatera Barat dengan korban DAN (12). Korban dipukul satu rekan sekelasnya saat pelajaran berlangsung. Aksi tersebut direkam salah satu siswanya dan beredar di YouTube Sabtu (11/10).Meski sempat dihapus namun video sudah kadung beredar di media sosial dan menjadi perbincangan.
Video kekerasan beredar, Menteri Linda minta pelaku dihukum
Menurut dia, sekolah harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Rekomendasi