Pihak Polresta Denpasar menggelar reka ulang pembunuhan bule asal Amerika Serikat, Sheila Van Wilse Mae (62 tahun), di Hotel Regis, Nusa Dua, tadi pagi Senin (13/10) secara tertutup. Tetapi, sumber merdeka.com membeberkan reka ulang peristiwa menghebohkan ini dilaksanakan selama dua jam mulai pukul 10.00 WITA.Bahkan, selama proses reka ulang terjadi, para tamu yang menginap khususnya yang berada satu lorong kamar 317 dan 616 dikosongkan sementara. "Saya tidak tahu mas, itu kebijakan hotel kali. Bahkan anggota yang bertugas juga dibatasi masuk," kata sumber ini.Kata sumber itu, reka ulang seluruhnya mencakup 103 adegan. Itu dilakukan di dua tempat yaitu di kamar 317 dengan 56 adegan tempat tersangka Heather Loisa Mack (19 tahun) menghabisi ibunya. Lokasi kedua ada di kamar 616 dengan 47 adegan Seluruhnya masih dipusatkan di Hotel Regis Nusa Dua.Kasat Reskrim Polresta Denpasar, AKP I Nengah Sudiarta, SH., SIk., saat dikonfirmasi ihwal reka ulang perkara mengklarifikasi soal penjelasan awal. Dia membenarkan reka ulang perkara dilakukan di dua kamar. Menurut dia, rekontruksi dihadiri oleh pihak penyidik, pengacara kedua tersangka, dan dua penerjemah.Sudiarta mengatakan, adegan diperankan oleh tersangka Heather Loisa Mack dan Tommy Schaefer lebih dulu dilakukan di kamar nomor 317, dan kedua di kamar nomor 616. "Masing-masing tersangka berperan dua kali, yaitu Tommy Schaefer sebagai tersangka dan Heather Lois Mack sebagai saksi dan sebaliknya, Heather Lois Mack sebagai tersangka dan Tommy Schaefer sebagai saksi," jelas Sudiarta.Sudiarta mengatakan, kedua tersangka memperagakan mulai dari tersangka Tommy membawa gagang tempat buah yang terbuat dari baja beserta piringnya dari kamar 616 ke kamar 317 yang disembunyikan di balik baju kaos. "Saat masuk kamar, yang membuka pintu kamar adalah tersangka Heather. Kemudian mereka berpelukan di dalam kamar dan gagang tempat buah tersebut dipegang dengan tangan kanan," terang Sudiarta. Dia meyakinkan gagang tempat buah terbuat dari baja digunakan Tommy buat menghabisi korban.Sudiarta melanjutkan, Tommy menghantam wajah korban empat kali hingga korban tersungkur. Kemudian anak korban, Heather, bersama Tommy mengangkat jasad korban dan diletakkan di kasur. "Saat itu korban masih bergerak. Bahkan Tommy sempat mencoba menyadarkan korban dengan meletakkan kepala korban di pahanya. Karena belum sadar juga dan panik, langsung dimasukkan ke dalam koper besar," singkat Sudiarta.
Rekonstruksi pembunuhan St Regis Bali digelar tertutup
Kedua tersangka saling memperagakan urutan perbuatan mereka dalam reka ulang tertutup itu dalam 103 adegan.
Rekomendasi