Pemerintah Indonesia membangun asrama mahasiswa Indonesia yang diperuntukkan bagi mahasiswa Al-Azhar di Kairo Mesir. Asrama yang bakal menampung 1.200 mahasiswa tersebut bernama 'SBY'.Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh menjelaskan alasan pemilihan nama SBY untuk asrama tersebut. "Tentang nama wajar-wajar aja karena beliau (Presiden SBY) yang ambil inisiatif dan dalam pemerintahan beliau yang biayai, ini hal wajar," ujar M Nuh usai peresmian asrama tersebut di Istana Negara, Jakarta, Jumat (3/10).Menurut M Nuh, penamaan itu adalah wajar karena dibangun dan dibiayai pada masa pemerintahan SBY. "Ini hal wajar, tidak ada niat apa-apa, sebagai bagian pertanda ini zamannya SBY," ujarnya.M Nuh mengatakan jika pemerintahan baru nanti ingin menggunakan namanya untuk asrama selanjutnya, boleh-boleh saja. "Nanti siapa saja juga boleh, pemerintahan berikutnya, presiden berikutnya mau bangun di mana kasih nama siapa," ujar M Nuh.Sebab, lanjut M Nuh, pembangunan asrama mahasiswa Al-Azhar Kairo ini masih belum menampung semua mahasiswa Indonesia. Apalagi dengan kuota 1.200 orang itu, dibagi untuk Indonesia jatahnya 50 persen, mahasiswa Mesir 20 persen dan negara lainnya 25 persen.Padahal diketahui, mahasiswa Indonesia yang berada di Universitas Al-Azhar Kairo 3.500 orang. "Mestinya masih kurang, nanti tentu secara bertahap mudah-mudahan tahun depan pemerintah berikutnya bisa nambah satu," ujar M Nuh.Asrama mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo dibangun empat lantai. SBY meresmikan Prasasti tanda selesainya pembangunan asrama tersebut.Diketahui, lahan yang menjadi lokasi pendirian bangunan asrama merupakan hibah dari pihak Al-Azhar. Pada awal Februari 2013 kemarin, SBY sempat meninjau pembangunan asrama tersebut.
SBY' jadi nama asrama mahasiswa Al-Azhar di Kairo
Menurut M Nuh, penamaan itu adalah wajar karena dibangun dan dibiayai pada masa pemerintahan SBY.
Rekomendasi