Staf Khusus Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Sabilillah Ardie, menyangkal pernah meminta duit pelicin Rp 3,2 miliar kepada Direktur PT Papua Indah Perkasa, Teddy Renyut, terkait proyek tanggul laut Kabupaten Biak Numfor, Papua. Padahal menurut Teddy, Ardie mengutus dua anak buahnya, Budiyo dan Har, buat meminta uang itu.Ardie mengakui hal itu saat bersaksi dalam sidang Teddy, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (22/9). Dia bahkan mengelak tidak punya anak buah."Saudara punya anak buah di kementerian? Budiyo dan Har?" tanya Hakim Anggota Aviantara."Tidak. Tidak kenal," jawab Ardie.Hakim Aviantara lantas mencoba menekan Ardie soal kebenaran hubungannya dengan dua orang ini. Tetapi, Ardie tetap berkelit."Saya pernah dikenalkan dengan orang namanya Budi, kalau sama Har tidak," ujar Ardie."Tahu saudara terdakwa memberikan uang Rp 2 miliar ke Har dan Budiyo?" selidik Hakim Aviantara."Tidak tahu," ucap Ardie.Dalam sidang pada Senin pekan lalu, Teddy mengaku harus membayar miliaran rupiah buat mendapatkan proyek-proyek di Kementerian PDT."Pertama Budiyo Rp 3,2 m. Dia anak buah Ardie yang mengurus anggaran di DPR. Saat ini karena enggak ada proyeknya, saya minta uang saya kembali," kata Teddy.Teddy juga mengungkapkan aliran dana kepada seseorang bernama Aditya Akbar Siregar sebesar Rp 6 miliar. Menurut dia, Adit adalah salah satu orang kepercayaan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa, Muamir Muin Syam."Saya enggak tahu kantor Adit, saya serahkan uang itu di luar," lanjut Teddy.Ketua Majelis Hakim Artha Theresia lantas mencecar Teddy mengapa dia begitu yakin menyerahkan duit dalam jumlah besar. Menurut Teddy, dia melakoni hal itu karena yakin dengan sosok Muamir."Itu kan uang yang banyak lho. Kok saudara yakin pasti dapat proyek?" tanya Hakim Artha yang juga kakak pembawa acara ternama, Rosiana Silalahi."Kalau mengurus proyek kan modal kepercayaan saja yang mulia. Adit itu orangnya Pak Muamir. Muamir masih kerabat Menteri PDT. Adit itu calo. Kata Muamir kalau urusan uang diserahkan ke Adit," ujar Teddy.Teddy juga mengaku pernah memberikan langsung duit Rp 250 juta kepada Muamir buat proyek-proyek Kementerian PDT di APBN-P. Dia juga mengaku pernah memberi uang kepada anak buah Ardie bernama Har."Itu Bosnya adit. Kerabat menteri. Har anak buah Ardie," ucap Teddy.Terkait proyek tanggul laut Kabupaten Biak Numfor, Teddy merogoh kocek ratusan juta supaya mendapat pekerjaan itu. Dia mengaku memberikan Rp 65 juta kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Biak Numfor, Yunus Saflembolo, dan Bupati non-aktif Biak Numfor, Yesaya Sombuk, sebesar Rp 900 juta."Uang yang Rp 600 juta pribadi, Rp 300 juta ambil kredit. Jaminan ke Bank Papua itu alat berat teman saya sama sertifikat Suprayoga (Deputi I Kementerian PDT)," papar Teddy.
Stafsus Menteri PDT sangkal minta pelicin proyek Talut ke Teddy
Sosok Ketua DPP PKB, Muamir Muin Syam, buat Teddy percaya gelontorkan uang miliaran rupiah demi dapat proyek di PDT.
Rekomendasi