Deputi I Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Suprayoga Hadi, mengaku tahu soal adanya permintaan uang Rp 290 juta dari Staf Khusus Menteri PDT, Sabilillah Ardie, kepada Direktur PT Papua Indah Perkasa Teddy Renyut. Dia mengaku mendengar cerita itu langsung dari Teddy."Saya dengar itu dari terdakwa. Pak Teddy," kata Hadi saat bersaksi dalam sidang Teddy, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (15/9).Hadi mengaku dia sangat akrab dengan Teddy dan kerap berkomunikasi melalui telepon. Dalam sebuah kesempatan, Teddy mengatakan kepadanya soal permintaan uang itu."Saya sering komunikasi. Pada sebuah kesempatan, saya diberitahu ada permintaan dari staf khusus," ujar Hadi.Meski begitu, Hadi mengatakan tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, dia juga mengaku segan dengan Ardie karena posisinya lebih rendah."Kami juga tidak bisa intervensi staf khusus. Konteksnya secara struktural, mereka eksternal. Dalam organisasi Kementerian PDT tidak tercantum staf khusus. Tapi posisinya di atas kami," sambung Hadi.Dalam sidang terpisah hari ini, Direktur PT Papua Indah Perkasa, Teddy Renyut, membongkar adanya praktik upeti kepada Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Helmi Faishal Zaini. Dia mengaku pernah dipaksa membayarkan tiket perjalanan ke mancanegara buat politikus Partai Kebangkitan Bangsa dan istrinya.Teddy mengakui hal itu saat bersaksi dalam sidang Bupati non-aktif Biak Numfor, Yesaya Sombuk, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, hari ini. Menurut dia, yang memintanya membayarkan tiket itu adalah Staf Khusus Menteri PDT, Sabilillah Ardie."Rp 290 juta itu untuk tiket perjalanan Menteri PDT ke luar negeri. Tiketnya enggak saya cek. Pas di penyidikan itu ditunjukkan atas nama menteri dan istri. Pak Helmi," kata Teddy.Teddy mengaku merasa terpaksa membayarkan tiket Helmi dan istri. Sebab, dia mengaku diancam Ardie jika tidak melakukan hal diminta maka pengajuan proyeknya di Kementerian PDT bakal ditolak."Dia mengancam kalau saya enggak bantu beliau, dia lepas tangan membantu proyek saya di kementerian," ujar Teddy.
Dipalak Stafsus Helmi Faishal, Teddy curhat ke pejabat KPDT
Hadi mengaku dia sangat akrab dengan Teddy dan kerap berkomunikasi melalui telepon.
Rekomendasi