Jubir Presiden: Pemerintah sangat serius tuntaskan kasus Munir

Desakan agar kasus Munir bisa segera terungkap juga sempat diungkapkan Menteri Luar Negeri AS John Kerry.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Jubir Presiden: Pemerintah sangat serius tuntaskan kasus Munir
Aksi Solidaritas untuk Munir di Rumah Transisi. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha menyatakan pemerintah sudah berkomitmen penuh untuk menuntaskan masalah HAM, termasuk kasus Munir. Keseriusan itu telah dijalankan dan diharapkan akan segera mengungkap siapa pembunuh aktivis HAM tersebut."Kalau ditanya soal komitmen, kan kita juga tahu bahwa pemerintah sangat serius untuk menyelesaikan semua kasus, tidak hanya kasus Munir, tapi juga semua kasus yang terkait dengan HAM atau tindak pidana lain. Saya kira kita memahami soal itu sebagai sesuatu yang menjadi komitmen dan harapan kita bersama. Saya kira demikian," papar Julian di Strategic Building, Kompleks IPSC, Sentul, Bogor, Senin (8/9).Desakan agar kasus Munir bisa segera terungkap juga sempat diungkapkan Menteri Luar Negeri AS John Kerry dalam keterangan persnya. Namun, Julian menyatakan proses tersebut tidak termasuk ranah presiden yang tidak bisa memasuki ranah hukum."Itu kan bukan berarti harus presiden kan, presiden kan tidak memiliki kewenangan untuk masuk di dalam ranah hukum, substansi atau material teknis dari hal-hal yang berkaitan di ranah hukum," tandasnya.Komitmen tersebut pun telah dinyatakan beberapa kali, termasuk saat Presiden SBY menjalani masa pemerintahannya di periode kedua. "Bahwa komitmen, guidance sudah dikeluarkan, sudah dinyatakan atau disampaikan oleh presiden. Tinggal itu nanti kita lihat bagaimana prosesnya berjalan, tutupnya.7 September kemarin tepat 10 tahun peringatan kematian aktivis HAM Munir yang dibunuh saat dalam perjalanan ke Amsterdam Belanda. Hasil autopsi menunjukkan, mantan Ketua Kontras itu diracun dengan arsenik.

Rekomendasi