Paling disegani, Jatim makin pede menang lomba baca kitab kuning

Tim dari Jawa Timur paling disegani lantaran sudah menjadi juara umum empat kali berturut-turut.

Anwar Khumaini
Oleh Anwar Khumaini - Reporter
Paling disegani, Jatim makin pede menang lomba baca kitab kuning
Ulya Nur Aini, peserta lomba baca kitab kuning asal Lombok. ©2014 Merdeka.com

Setelah dibuka kemarin oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, hari ini dimulai lomba baca kitab kuning di Pesantren As'ad, Jambi. Ribuan santri mulai mengikuti perlombaan yang dibagi dalam tiga kategori, ula (dasar), wustho (menengah) dan ulya (tinggi).Para peserta optimistis meraih juara dalam lomba yang rencananya akan berlangsung hingga Senin 7 September mendatang. Namun, beberapa peserta menilai tim dari Jawa Timur (Jatim) paling disegani, lantaran selain mendatangkan banyak peserta, mereka sebelumnya juga menjadi juara umum empat kali berturut-turut."Jawa Timur kan banyak pesantren, ada ribuan," kata Jalaluddin, peserta asal Provinsi Banten kepada merdeka.com saat antre menunggu dipanggil untuk mengikuti lomba baca Tarikh, di lokasi Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK), Kamis (4/9).Namun Jalaluddin berusaha semaksimal mungkin untuk hasil terbaik, meskipun tidak terlalu berharap menjadi juara dalam musabaqoh ini.Hal senada diungkapkan oleh Selly, santriwati asal Sulawesi Barat. "Jawa Timur yang paling kita antisipasi," ujarnya.Hal lain diungkapkan oleh Ulya Nur Aini. Peserta asal Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat tersebut meski mengakui kehebatan kafilah dari Jawa Timur, namun dirinya tetap optimis juara. "Ya tetap optimis lah. Lagian kita di sini yang penting silaturahmi," kata Ulya optimis.Sikap optimis juga disampaikan oleh kafilah dari Jawa Tengah yang merupakan tim 'kuda hitam'. Mereka siap menggeser dominasi Jawa Timur lantaran persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya."Kita optimis menang, karena persiapan kita sudah matang, sudah dua bulan sebelumnya serta pertemuan intensif dengan para pembimbing dari jam 8 sampai 11 malam setiap hari," kata salah satu peserta asal Jawa Tengah, Iin.Sementara, pembimbing peserta asal Jawa Timur, KH Abdul Karim mengaku optimis mempertahankan kemenangan yang selama ini selalu disabet Jawa Timur."Kita optimis juara umum," kata KH Abdul Karim, yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, Paciran, Lamongan, Jawa Timur.

Rekomendasi