Besok, SBY dijadwalkan buka Global Forum UNAOC ke-6 di Nusa Dua

Pembukaan yang ditandai dengan pemukulan gong, disambut lebih dari 100 peserta delegasi yang memadati ballroom BNDCC.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Besok, SBY dijadwalkan buka Global Forum UNAOC ke-6 di Nusa Dua
SBY di Timor Leste. ©rumgapres/abror rizki

Sabtu besok, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuka secara resmi The Sixth Global Forum of the United Nations Alliance of Civilizations (UNAOC). Pembukaan yang ditandai dengan pemukulan gong, disambut lebih dari 100 peserta delegasi yang memadati ballroom Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).Dalam pembukaan ini, SBY akan didampingi oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono dan beberapa menteri kabinet Indonesia Bersatu Jilid II juga didampingi Perdana Menteri Timor Leste Kai Rala Xanana Gusmao, Sekjen PBB Ban Ki Mon, Menlu Marty Natalegawa, Mendiknas Muhammad Nuh serta beberapa pejabat setingkat kepala negara dari beberapa peserta lainnya.Pidato pembukaan disampaikan oleh Menlu Marty Natalegawa selaku tuan rumah dan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Presiden UNAOC HE John W Ashe dan Sekjen PBB Ban Ki Moon sebelum akhirnya Presiden SBY menjadi pembicara kunci pada forum tersebut.Menlu Marty Natalegawa menyatakan, Indonesia sudah memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika sebagai filosofi untuk mengimplementasi keberagaman dalam kesatuan. Slogan Bhineka Tunggal Ika yang dipegang oleh Indonesia menggambarkan semangat Indonesia sebagai sebuah negara dengan beragam dan perbedaan namun bersatu dalam paham kesatuan sebuah sebuah negara yang berdaulat.Sementara itu, Sekjen PBB Ban Ki Moon juga menyinggung soal Bhineka Tunggal Ika. Dia menilai Indonesia bisa menjadi model peradaban di kawasan ASEAN untuk menghapus berbagai bentuk diskriminasi karena perbedaan suku, agama, ras, golongan. "Melalui forum ini, kita ingin menjembatani perbedaan budaya, menciptakan rasa saling pengertian dan menghormati antaragama dan budaya," ungkapnya.Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah UNAOC ke-6 yang mengambil tema 'Unity in Diversity: Celebrating Diversity for Common and Shared Values' merupakan apresiasi masyarakat internasional terhadap keberhasilan Indonesia menjadi model hubungan yang harmonis antara beragam etnis, ras, dan budaya. Indonesia telah aktif menghadiri Forum Global ini sejak diselenggarakan pertama kali pada tahun 2007.Forum ini ditujukan untuk mendorong terciptanya harmoni antarperadaban atau harmony among civilizations. Forum terutama menjembatani jurang antara peradaban termasuk antara Islam dan Barat serta untuk membangun kemajuan politik dan memobilisasi kemauan bersama untuk menghadapi prasangka, salah persepsi, dan ekstrimisme dalam masyarakat.

Rekomendasi