Rekonstruksi Mutilasi di Siak, pelaku gorok leher korban

Pelaku inisial S dan DP membunuh korbannya dengan jeratan pada leher sambil melakukan pelecehan.

Abdullah Sani
Oleh Abdullah Sani - Reporter
Rekonstruksi Mutilasi di Siak, pelaku gorok leher korban
Ilustrasi Penganiayaan. ©2014 Merdeka.com

Polres Siak melakukan rekonstruksi pelecehan seksual pembunuhan disertai mutilasi yang terjadi di Kabupaten Siak Riau, Selasa (19/8) di Mapolres Siak. Pembunuhan tiga korban dibagi dalam tiga bagian terpisah.Pelaku inisial S dan DP membunuh korbannya dengan jeratan pada leher sambil melakukan pelecehan. Semua perbuatan di luar batas perikemanusiaan ini dilakukan atas perintah MD.Dalam reka ulang, dipraktikkan pembunuhan terhadap korban RH (9) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Pinang Sebatang Timur Kecamatan Tualang, FM (9) di Jalan Gambut Desa Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang dan MG (7).Kapolres Siak, Dedi Rahman Dayan dan didampingi Kasat Reskrim, Hari Budiyanto, serta dihadiri perwakilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak Sri Indrapura mengumpulkan tiga pelaku MD, S dan DP di halaman belakang Polres Siak sekitar pukul 10.30 WIB untuk melakukan reka ulang tersebut. Ketiganya memakai baju tahanan berwarna biru dan memakai celana pendek.Pembunuhan pertama yang direka ulang terhadap inisial FM. Ketiga tersangka mulai dari membunuh, memutilasi hingga menguliti tubuh FM dan memotong-motong dagingnya untuk dimasukkan dalam kantong plastik hingga kemudian dijual.Rencana pembunuhan oleh MD terhadap FM diawali di Jalan Gambut Desa Pinang Sebatang siang pukul 14.30 WIB, rumah kediaman MD. Setelah itu, keduanya lalu pergi ke pasar Bunut menggunakan sepeda motor dan menemukan tiga orang anak yang sedang memancing.Kepada tiga anak ini, MD yang datang mendekat mengajak ketiganya untuk memancing di kolam dekat rumahnya. Tertarik, ketiganya mengiyakan ajakan MD dan menyusul jalan kaki mengikuti MD dan S yang menaiki sepeda motor.Jelang tiba di rumahnya, mereka berhenti di sebuah pohon akasia. Dua dari tiga anak itu dibawa, sementara satu orang ditinggal karena mengenal S.Setibanya di kolam pancing, tersangka S tinggal di motor MD dan membawa dua orang anak ke kolam. S saat itu ditugasi MD untuk menjemput DP yang sedang berada di rumahnya. Kepada DP, S mengajak memancing, DP juga diminta untuk membawa parang yang disebut akan digunakan mencari cacing.Setibanya di kolam, S datang mendekati MD dengan membawa parang dan duduk bersama korban FM, sementara DP ditugasi menjaga satu orang anak lainnya.Untuk membuat korban terlena, saat itu MD dan S mengajak korban ke warung untuk berbelanja membeli kue, sementara keduanya membeli cutter dan kantong plastik. Korban tak tahu apa yang dibeli MD dan S karena ia disuruh menunggu di sepeda motor. Usai belanja, mereka kembali pohon akasia lokasi pertama mereka tiba. Sementara DP tetap menunggu di kolam pemancingan.Di pohon akasia itu, MD memerintahkan pada korban agar membuka celananya dan MD mulai melecehkan korban. Setelah itu, korban kemudian diberdirikan dan disandarkan pada pohon akasia tersebut sambil S mengambil akar rotan dan menjeratkannya ke leher korban.S kemudian menarik akar rotan yang dililitkan ke leher korban hingga korban tewas sementara MD jongkok  melihat pembunuhan itu. Setelah korban tewas, S membaringkan korban di tanah dekat pohon akasia, ia lalu mengambil parang dan memotong leher korban hingga tenggorokannya putus untuk memastikan korban benar-benar tak bernyawa lagi.Meski ia adalah perencana aksi keji tersebut, MD menyebut tak tega melihat korban digorok oleh S. Ia memalingkan wajah saat S memotong tubuh korban menggunakan parang. MD dan S kemudian menjemput DP ke pemancingan. Di sini, DP hanya tinggal sendiri karena anak yang awalnya dijaga DP sudah pergi akibat menunggu terlalu lama. DP mereka jemput dan bawa ke tempat korban berada.Tersangka S kemudian kembali memotong tubuh korban dan setelah itu ia bersama MD memasukkan potongan daging korban ke dalam tujuh kantong plastik. MD tampak jijik dengan daging-daging itu, ini terlihat dari bagaimana ia menggunakan kantong plastik di tangannya saat memasukkan daging-daging itu.Kasat Reskrim Polres Siak AKP Hari Budiyanto SH SIK usai rekonstruksi memaparkan bahwa semua adegan dalam rekonstruksi sudah ada dalam pemeriksaan. "Kita melihat aplikasi di lapangan dan untuk pendalaman," sebutnya.Meski menyebut rekonstruksi sudah serupa dengan keterangan tersangka saat pemeriksaan, rekonstruksi tidak dilakukan di tempat kejadian perkara yang sebenarnya. Terkait hal ini, Hadi mengatakan pihaknya mempertimbangkan segi keamanan."Kita melihat segi dari keamanan tersangka. Tapi, ini tidak mengurangi esensi pendalaman kasusnya,"terang Hadi.Dari rekonstruksi pula, pada tiga pembunuhan di Siak, tak satu pun MD yang langsung menghabisi korban, dua korban dibunuh oleh S dan satu korban oleh DD. Kasat Reskrim mengatakan, meski MD tak membunuh, ia adalah perencana dan memiliki peran sangat besar."Tersangka MD menyuruh melakukan, jadi dia berperan besar dalam kasus ini,"kata Hadi.Sementara itu, terkait tidak dilakukannya rekonstruksi bagaimana daging korban dijual ke kedai tuak oleh tersangka, ia menyebut bahwa itu masih didalami pihaknya."Untuk peristiwa penjualan daging masih kita dalami. Yang jelas, kita saat ini mendalami mutilasinya ini,"jelas Hadi.

Rekomendasi