Amblasnya jembatan Comal, Pemalang, Jawa Tengah menjadi persoalan yang sangat penting untuk diselesaikan pemerintah pusat. Untuk itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberikan solusi terutama bagi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar segera turun tangan.Solusi yang harus dilakukan oleh pemerintah pusat, di antaranya melakukan percepatan proses perbaikan Jembatan Comal dalam waktu yang sangat mendesak ini. Paling tidak, dalam jangka waktu empat bulan ke depan, Kemenhub, Pemprov Jateng dan Kepolisian harus bisa menyelesaikan proses perbaikan jembatan yang berada di wilayah Pantura Barat ini."Sebenarnya ada beberapa solusi untuk mengatasi masalah Jembatan Comal. Yang pertama percepatan tapi dari jadwal yang diberikan untuk jembatan yang sisi utara, itu dua bulan. Kalau dengan sisi selatan empat bulan. Kalau kita bicara soal tonase besar tetap tidak bisa lewat situ. Kalau tidak celaka. untuk tonase yang besar maka kita bagi. Yang masih kurang dari 10 ton silakan lewat di sana dan untuk tronton yang gede-gede kita lewatkan jalur Selatan," ungkap Ganjar Pranowo kepada merdeka.com saat ditemui di Ruang Kerja Gubernur Lantai 2 Pemprov Jateng Jalan Pahlawan, Kota Semarang Rabu(13/8).Ganjar menegaskan, karena jembatan Comal dilalui oleh beberapa angkutan berat khususnya truk pembawa logistik dari Jabar dan Jatim maka persoalan amblasnya Jembatan Comal adalah persoalan nasional."Tapi saya juga sudah minta kepada pusat dengan Menko Perekonomian kita sudah bicara, dengan Menteri Perhubungan kita juga sudah bicara. Ini bukan hanya persoalan Jawa Tengah. Ini rangkaian truk-truk besar itu berlalu lalang dari Jabar dari Jatim. Maka ini persoalan satu rangkaian yang jadi satu harus kita selesaikan. Maka ini harus diangkat dengan isu nasional," ungkapnya.Proses percepatan perbaikan Jembatan Comal bisa terwujud dengan adanya kedisiplinan terhadap jadwal perbaikan, tertibnya para pengguna jalan terutama truk bermuatan lebih dari 10 ton tonasenya dan kemudian Kemenhub dalam hal ini Menteri Perhubungan EE Mangindaan melakukan pengalihan angkutan barang dari yang melintas jembatan Comal karena tutup dialihkan ke kereta api dan kapal."Sebenarnya kalau kita mau percepat ini, satu dengan mengatur jadwal. Jadi jam-jam berapa mereka bisa lewat dan jam-jam berapa kendaraan gedhe harus menepi. Artinya, kita harus kompromi pada situasi itu. Yang kedua kalau kita mau dan saya tidak terlalu yakin maka Menteri Perhubungan harus memindahkan angkutan berat barang dari truk menuju ke kapal dan gerbong milik PT KAI,"jelasnya.Bila langkah itu dapat dilakukan, Ganjar yakin target jembatan Comal selesai tiga sampai empat bulan bisa selesai dan dapat dilalui normal kembali."Targetnya, Jembatan Comal sisi utara dua bulan. Boor feeling sudah dilakukan dan dipasang. Ini paralel, mudah-mudahan lebih cepat maka saya minta dipercepat. Percepatan ini saya minta tidak mengganggu kualitasnya jembatan supaya tidak menurun. Untuk satu sisi kita harapkan 8 Oktober selesai. Kalau 8 Oktober selesai ini tinggal dua jalurnya. Tinggal kita buka tutup. Satu sisi kita dorong, kurang lebih sampai 30 November. Totalnya kurang lebih tiga bulan mulai dari sekarang. Maka tiga bulan ini kita harus mencari jalur alternatif," tukasnya.Ganjar berkali-kali mengimbau supaya truk bertonase besar, tidak nekat untuk melintasi untuk mencegah adanya kecelakaan truk dan kemudian mengakibatkan kemacetan dan stagnasi di jalur Pantura Barat."Kalau masyarakat yang kendaraan kecil melintas silakan tapi kalau kendaraan besar mohon nanti taat untuk kita atur. Untuk jalur-jalur sudah kita siapkan dan untuk beban mohon dikurangi. Bebannya beban yang sesuai aturan. Jangan dilebih-lebihkan. Maksud saya risiko akan berat dengan tanjakan-tanjakan lebih tinggi di tikungan ekstrem truk-truk itu kalau tidak kuat bahaya, kemarin patah as membikin kacau semuanya," pungkasnya.
Ini solusi Ganjar atasi amblasnya Jembatan Comal
Menurut Ganjar, amblasnya Jembatan Comal masalah pusat karena dilalui truk-truk dari JAbar dan Jatim.
Rekomendasi