LSI rela tak dibayar asal Anas menang lawan jagoan Cikeas

Enteng saja Direktur Lingkaran Survei Indonesia Denny Januar Ali merogoh Rp 400 juta untuk membantu Anas di Kongres.

Aryo Putranto Saptohutomo
LSI rela tak dibayar asal Anas menang lawan jagoan Cikeas
Ahmad Mubarok bersaksi di sidang Anas Urbaningrum. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Direktur Lingkaran Survei Indonesia Denny Januar Ali membeberkan alasan mengapa dia rela tidak dibayar saat melakukan survei dan membuat pariwara politik buat membantu Anas Urbaningrum ketika bersaing memperebutkan kursi Ketua Umum Partai Demokrat . Dia mengaku bangga dan reputasinya melejit jika berhasil mengantarkan Anas mengalahkan saingan terberatnya saat itu, Andi Alifian Mallarangeng ."Saya merasa reputasi saya akan baik saat bisa mengantarkan Anas, anak muda yang tadinya dianggap underdog, bisa mengalahkan Andi Mallarangeng yang saat itu kabarnya adalah pangeran yang didukung Cikeas," kata Denny saat bersaksi dalam sidang Anas, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (7/8).Denny membeberkan, dia enteng saja merogoh kocek pribadi buat membantu Anas karena mengenalnya sebagai sosok aktivis dan mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam. Denny merasa tidak berat menghamburkan duit buat membuat iklan politik dan survei Anas lebih dari Rp 400 juta."Survei kan lewat telepon paling biayanya hanya Rp 10 juta. Yang paling mahal biaya iklan politik. Tapi buat saya itu menjadi kebanggaan dan tambahan reputasi," ujar Denny.Denny tak menampik jika di balik survei gratis juga terselip motivasi bisnis sebagai konsultan politik. Sebab menurut dia, LSI juga butuh biaya buat menggaji para pekerjanya."Kami kan harus terus hidup. Kami hanya rela tidak dibayar pada momen tertentu. Kalau saya bisa mengantarkan Anas juara, nantinya para calon pemimpin akan datang ke saya," sambung Denny.

Rekomendasi