Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) mengecam keras tindak kekerasan yang dilakukan oleh kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). ISIS dinilai sebagai gerakan politik yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan kekuasaan.Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Pengurus Pusat GP Ansor Ace Hasan Syadzily mengatakan, ISIS bukan hanya gerakan politik tetapi lebih dari itu telah menghalalkan tindakan kekerasan dan penghancuran untuk meraih kekuasaan politik yang ingin dicapainya."ISIS jelas-jelas gerakan yang bertentangan dengan Pancasila. ISIS ingin menegakkan negara khilafah seperti yang telah ditunjukkan gerakannya di Irak dan Suriah," kata Ace dalam pesan singkat, Selasa (5/8).Wasekjen Partai Golkar ini menambahkan, ISIS gerakan yang mengatasnamakan agama Islam sebagai basis ideologis perlawanan dengan kekerasan dan perang. Dia meminta agar pemerintah bersikap tegas atas organisasi ini."Selain dibutuhkan ketegasan pemerintah melalui aparat intelijen, TNI dan kepolisian, juga membutuhkan peran serta tokoh agama terutama ormas keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah, untuk menangkal gerakan ini," jelas Ace yang juga anggota Komisi VIII DPR yang membidangi agama ini.Ace menegaskan, gerakan ISIS tidak boleh dibiarkan meluas ke Indonesia. Oleh sebab itu, aparat diminta tegas menindak."Pemerintah harus melakukan langkah-langkah preventif dan melakukan deteksi dini atas penyebarluasan gerakan ISIS di Indonesia. Kita tidak boleh mentoleransi gerakan ISIS ini untuk berkembang dan tersebar luas di Indonesia," pungkasnya.
Seperti diketahui, sejak beberapa bulan belakangan ini Indonesia dihebohkan dengan kehadiran kelompok radikal bersenjata ISIS. Setelah kemunculan video perekrutan yang mendesak agar umat Islam di Indonesia bergabung dengan perjuangan kelompok tersebut, dukungan deklarasi pendirian ISIS Indonesia kian marak terdengar di sejumlah wilayah di Indonesia.
Misalnya, di Solo, Malang, Bekasi sudah mulai marak muncul simbol-simbol dukungan terhadap ISIS. Banjarmasin, Bima bahkan terpidana teroris Abu Bakar Ba'asyir telah menyatakan dukungan terhadap ISIS dari balik jeruji besi di Nusakambangan.