Saurip Kadi sarankan Prabowo tidak terpengaruh Wiranto

"Bisa jadi itu upaya menggembosi Pak Prabowo itu sendiri. Karena rakyat itu cerdas," kata Saurip.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Saurip Kadi sarankan Prabowo tidak terpengaruh Wiranto
Wiranto. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Sejumlah purnawirawan Kopassus TNI AD tidak terima pasca-pernyataan mantan Menhankam/Pangab Wiranto soal surat DKP. Surat itu menginformasikan ihwal pemecatan Prabowo Subianto dari dinas ketentaraan dan kaitannya dengan peristiwa penculikan aktivis 1997-1998.Mayjen (Purn) Saurip Kadi mengatakan tindakan demikian sangat merugikan calon presiden Prabowo Subianto. Seharusnya, para purnawirawan itu mengetahui hukum, mana yang salah dan mana yang benar."Bisa jadi itu upaya menggembosi Pak Prabowo itu sendiri. Karena rakyat itu cerdas. Jangan sekarang mau ancam mengancam sampai mencari-cari. Itu omongan saya percaya tidak berdasar akal sehat, mungkin salah mengerti dan mendengar, dan salah persepsi atas pernyataan Pak Wiranto," katanya usai acara Deklarasi Relawan Forum Komunikasi Penegak Kebenaran di Forum KPK, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/6).Dia menambahkan, apa yang disampaikan Wiranto adalah fakta dan bukan opini. Saurip menilai saat itu Wiranto justru sangat bijak dengan mendorong Prabowo hanya diberhentikan, tak menggunakan kata 'pemecatan'. "Maka sebaiknya menggunakan bahasa santun 'diberhentikan dengan hormat'. Saya yakin Pak Wiranto akan mengabaikan dan tidak peduli dengan ancaman itu. Bagi saya, itu bukan ancaman tapi letupan yang tidak berpikir panjang," jelasnya.Karena itu juga Saurip mengaku akan segera mengontak Prabowo, yang disebutnya sebagai sahabat itu, agar cara-cara yang ditempuh timnya dipikir lebih dalam agar tidak merugikan."Rakyat tidak peduli. Kalau yakin membawa Indonesia keluar dari kesulitan, Pak Prabowo harusnya tidak terpengaruh. Apa yang harus ditakuti? Begitu juga Pak Jokowi disebut ndeso, kalau rakyat yakin dia bisa menyelamatkan negara, kita mau apa? Tak usah dengan cara-cara seperti black campaign," terang Saurip.Saurip melanjutkan lebih baik semua pihak saat ini berbicara sesuai fakta dan data tentang masa lampau. Namun selesai pemilu, maka semuanya kembali menjadi teman. "Masa karena beda pilihan, ketika ketemu langsung jadi kayak musuh," ujarnya.

Rekomendasi