Ini kata keluarga soal sikap Abu Bakar Ba'asyir terhadap pilpres

"Kalau kemarin (Pemilu Calon Anggota Legislatif 9 April 2014), beliau tidak memilih," kata juru bicara keluarga.

Mohamad Taufik
Oleh Mohamad Taufik - Reporter
Ini kata keluarga soal sikap Abu Bakar Ba'asyir terhadap pilpres
abu bakar baasyir. ©2012 Merdeka.com

Pada pemilu legislatif kemarin terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir tidak menggunakan hak pilihnya. Namun pada pemilu presiden kali ini, sikap pendiri Pesantren Al-Mu'min Ngruki itu juga belum jelas.Namun demikian dia sempat menyinggung soal pilpres kali ini. Hal itu dikatakan salah satu anggota Tim Pengacara Muslim (TPM) Farid Gazhali, seperti diberitakan Antara, Kamis (19/6).Farid mengaku sempat membicarakan masalah pemilihan umum presiden dan wakil presiden dengan Abu Bakar Ba'asyir. Akan tetapi, kata dia, Ba'asyir tidak membicarakan masalah dukung-mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden."Soal nyoblos atau tidak, kita lihat saja nanti. Tapi yang jelas, tidak membicarakan siapa yang terbaik di antara dua capres itu," katanya.Saat ditanya apakah Ba'asyir terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres 2014, dia mengatakan bahwa seharusnya masuk DPT jika dia masih terdaftar sebagai warga negara Indonesia.Sementara itu, juru bicara keluarga Ba'asyir, ustad Hasyim Abdullah mengatakan bahwa pihaknya belum mendapat pemberitahuan apakah Abu Bakar Ba'asyir masuk dalam DPT atau tidak terdaftar."Kalau kemarin (Pemilu Calon Anggota Legislatif 9 April 2014), beliau tidak memilih. Kalau yang pilpres, kami belum ada penjelasan, baik dari beliau maupun pejabat lapas," katanya.Terkait kunjungannya ke Lapas Pasir Putih yang dilakukan sebelum mendatangi PN Cilacap, dia mengatakan pihaknya bersama TPM dan MER-C menindaklanjuti hasil pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kesehatan Ba'asyir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap beberapa waktu lalu.Berdasarkan hasil pemeriksaan di RSUD Cilacap, kata dia, Ba'asyir dalam keadaan sehat dan tidak ada penyakit serius.Kendati demikian, dia mengatakan bahwa tim dokter dari MER-C yang dipimpin Joserizal Jurnalis mengharapkan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh (general check up) tersebut dilakukan sekurang-kurangnya satu tahun sekali atau enam bulan sekali."Yang belum dilakukan adalah pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) karena RSUD Cilacap tidak memiliki alatnya," kata dia menambahkan.

Rekomendasi