Wiranto bela purnawirawan yang bicara soal surat DKP Prabowo

Wiranto menegaskan, peristiwa sejarah tidak boleh diubah.

Laurel Benny Saron Silalahi
Wiranto bela purnawirawan yang bicara soal surat DKP Prabowo
Wiranto. ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Mantan Panglima ABRI Wiranto membantah para pensiunan jenderal yang mengungkap kebenaran surat keputusan Dewan kehormatan Perwira (DKP) terkait pemberhentian Prabowo Subianto dari militer bukanlah bentuk dari rasa iri. Menurut Wiranto , para pensiunan jenderal itu hanya ingin mengungkapkan kebenaran."Para purnawiran itu punya hak untuk menyampaikan kebenaran agar tidak ada polesan-polesan untuk mengingkari sejarah," kata Wiranto dalam keterangan persnya di Menteng Jakarta Pusat, Kamis (19/6).Wiranto menegaskan, peristiwa sejarah tidak boleh diubah. Jika pengakuan para purnawirawan jenderal soal isi DKP itu dianggap bohong maka ada proses hukum. "Saya kira ada wilayah hukum menunggu di sana. Bukan saling menghujat antara yang lain," ujarnya.Wiranto mengakui di tubuh TNI antar perwira memang ada persaingan. Namun persaingan itu dilakukan secara sportif, tidak disertai dendam dan iri hati."2004 saya bersaing dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono , yang jadi siapa? Presiden SBY . Apakah saya iri hati, tidak. Saya masih hormat pada beliau karena jadi presiden," katanya.Terkait surat DKP berisi pemberhentian Prabowo, purnawirawan jenderal yang paling lantang mengungkapkan adalah Fachrul Razi dan Agum Gumelar .

Rekomendasi