Mogok makan di depan Istana, pengungsi Sinabung pingsan

Satu orang yang pingsan diketahui bernama Benet (25).

Eko Prasetya
Oleh Eko Prasetya - Reporter
Mogok makan di depan Istana, pengungsi Sinabung pingsan
Pengungsi letusan Gunung Sinabung.. ©2013 Merdeka.com

Tiga pengungsi Sinabung melakukan mogok makan dan menginap di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Aksi yang sudah dilakukan selama dua hari itu, akhirnya membuat satu orang pingsan.

Satu orang yang pingsan diketahui bernama Benet (25). Saat sedang menjalankan aksi, tiba-tiba Benet tak sadarkan diri.

Oleh rekan-rekan yang mendampingi aksi itu, Benet kemudian dipapah ke dalam mobil. Benet selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Tarakan untuk mendapat perawatan.

Menurut rekan mereka, Julianus, aksi mogok makan tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas pemakzulan Bupati Tanah Karo, Kena Ukur Karo Jambi Surbakti oleh DPRD setempat. Mereka menilai kekosongan pemerintahan membuat kondisi korban erupsi Gunung Sinabung menjadi terlantar.

"Kami jadi terbengkalai. Contohnya saat proses pemulihan warga desa pasca-erupsi Sinabung beberapa waktu lalu," kata Julian, Rabu (18/6).

Untuk itu, mereka mendesak Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi segera melantik Wakil Bupati Karo, Terkelin Brahmana agar pemerintahan berjalan lancar. Selain itu, dengan adanya pemerintahan baru, segala bala bantuan dapat diterima warga.

"Kerugian pertanian akibat erupsi belum bisa diberikan ke masyarakat karena belum ada pemerintahan yang sah," katanya.

Rekomendasi