Puluhan ribu peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri di Malang, Jawa Timur, saat memasuki ruangan tes diperiksa melalui alat pendeteksi keamanan metal detector.Bagian publikasi panitia lokal (panlok) Malang Susantinah Rahayu, Selasa, mengakui pengawasan tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang diikuti 32.809 siswa itu lebih ketat dari tahun-tahun sebelumnya.Setelah peserta lolos administrasi, mereka juga hanya diperkenankan membawa alat tulis saja ketika memasuki ruangan ujian."Selain itu, setiap 10 orang peserta tes diawasi oleh seorang pengawas atau rasio pengawas 1 banding 10. Pengawas yang diturunkan pada saat pelaksanaan tes SBMPTN sebanyak 3.280 orang dan kalau ditemukan kecurangan, kami akan membawa mereka ke kantor pusat pelaksaan SBMPTN di Widyaloka," tegasnya, seperti dikutip dari Antara, Selasa (17/6).Kepala Humas Universitas Brawijaya (UB) itu berharap seluruh peserta SBMPTN hadir tepat waktu, sebab hal itu akan memengaruhi penilaian saat ujian. Pengawas akan mencatat seluruh kejadian pada saat ujian berlangsung, seperti keterlambatan, tak membawa persyaratan administrasi, bahkan alasan sepele pergi ke kamar kecil sekalipun.Menurut Susantinah yang akrab dipanggil Santi itu ujian diwajibkan berjalan tepat waktu dan apapun yang terjadi pada saat ujian, pengerjaan soal harus berjalan. Oleh karena itu, tidak ada dispensasi waktu bagi peserta yang terlambat. Peserta yang terlambat lebih dari satu jam, tidak diperbolehkan masuk karena khawatir mengganggu ujian.Tes SBMPTN dimulai pukul 07.00 WIB untuk kelompok ujian Sains dan Teknologi serta Campuran, sedangkan kelompok ujian Sosial Humaniora dimulai pukul 09.45 WIB.Menurut Santi, pengawasan yang cukup ketat tersebut juga sebagai antisipasi adanya joki. Selain pengawasan ketat, setiap peserta yang masuk dalam ruangan ujian juga diperiksa secara detail tanda peserta ujian dan surat keterangan hasil ujian (SKHU) yang sudah dilegalisasi pihak sekolah.Kedua syarat tersebut wajib dibawa peserta karena untuk mencocokkan foto yang ada di kartu peserta, SKHU dengan foto dan data lain yang diserahkan pada panitia. Dengan dua persyaratan itu, diharapkan ruang gerak joki akan mudah terdeteksi.Jumlah peserta SBMPTN di tiga perguruan tinggi negeri (PTN) di Malang, yakni Universitas Brawijaya (UB), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) dan Universitas Negeri Malang (UM) sebanyak 32.809 orang.Pada saat pelaksanaan tes SBMPTN, calon mahasiswa yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau jalur undangan juga melakukan regristrasi ulang. Calon mahasiswa yang diterima melalui jalur SNMPTN di tiga PTN di Malang itu sebanyak 11.809 orang.
Perketat pengawasan, peserta SBMPTN diperiksa metal detector
Peserta SBMPTN di Malang, Jawa Timur, saat memasuki ruangan tes diperiksa metal detector.
Advertisement
Rekomendasi