Kisah Riski Kuncoro Manik, kecil-kecil abdi dalem

Riski sudah mengikuti aktivitas sebagai abdi dalem di Kraton Yogyakarta sejak dia berumur tiga tahun.

Kresna
Oleh Kresna - Reporter
Kisah Riski Kuncoro Manik, kecil-kecil abdi dalem
Abdi Dalem Cilik. ©2014 Merdeka.com/Kresna

Kecil-kecil abdi dalem, itulah Riski Kuncoro Manik, anak yang baru duduk di kelas 0 besar TK. Meski usianya masih sangat belia, Riski sudah mengikuti aktivitas sebagai abdi dalem di Kraton Yogyakarta sejak dia berumur tiga tahun.Saat usia baru lima belas bulan, Riski pernah meminta bapaknya untuk ikut menjadi abdi dalem. Namun karena usianya yang masih muda, dia hanya diajak ke Kraton mengikuti bapaknya."Waktu umur lima belas bulan, Riski bilang pengen ikut ke Kraton dan menggunakan peranakan seperti bapaknya," kata Suyat, bapak Riski saat ditemui di rumahnya di Janturan, Yogyakarta, Sabtu (31/05).

Topik pilihan: yogyakarta | Abdi Dalem Mendengar keinginan anaknya, Suyat cukup kaget. Karena pada umumnya anak-anak seusai Riski hanya ingin bermain. Setelah beberapa lama diajak ke Kraton, Riski kemudian ikut dalam kegiatan sebagai abdi dalem saat usianya tiga tahun.Saat ditanya mengapa ingin menjadi abdi dalem seperti bapaknya, Riski yang baru saja pulang dari upacara larung di Merapi hanya tersenyum malu lalu menjawab singkat.
"Senang," jawab Riski singkat lalu tersipu-sipu.Setiap hari sepulang sekolah, Riski langsung diajak bapaknya ke Kraton, tepatnya di bangsal Sri Manganti tempat bapaknya biasa ndalang wayang. Seusai bapaknya ndalang Riski lantas membantu bapaknya membereskan wayang."Setiap harinya begitu, ngladeni bapaknya atau yang lain. Paling sering beresin wayang. Khusus hari kamis, ngisis wayang," jelas Suyat.Setelah wayang beres, sekitar pukul 13.00 WIB Suyat dan Riski pulang ke rumah dengan sepeda Ontel. Meski jarak Kraton dan rumahnya cukup jauh, Riski tidak pernah sekali pun mengeluh kepanasan di jalan."Kalau siang panas, tapi Riski enggak pernah ngeluh, pak panas, atau yang lainnya," ujar Suyat.

Rekomendasi