Stadium, tempat intel polisi nenggak ekstasi

Kasus tewasnya Bripda Jicky Vay Gumerang, di Stadium, menjadi salah satu bukti peredaran narkoba di Stadium.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Stadium, tempat intel polisi nenggak ekstasi
Diskotek Stadium ditutup. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Sudah menjadi rahasia umum tempat hiburan malam menjadi salah satu lahan subur peredaran narkoba. Hal itu pula yang terjadi di diskotek Stadium, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.Polisi kerap kali menangkap pengedar dan pengguna narkoba di Stadium. Hal itu menjadi salah satu penyebab diskotek yang sudah tak asing di telinga para clubbers itu ditutup oleh Pemprov DKI sejak Senin (19/5) lalu.Informasi yang diterima merdeka.com, narkoba bukanlah hal yang sulit dicari para clubbers di Stadium. Jika sudah kenal dengan pengedar, mereka dapat langsung bertransaksi. Jika belum kenal, mereka bisa dengan mudah bertanya kepada sesama clubbers.Biasanya, para clubbers itu menggunakan narkoba jenis ekstasi agar bisa 'triping' di lantai dansa. Namun parahnya, tak semua clubbers tersebut adalah warga biasa. Ada juga dari para pengunjung itu yang berprofesi sebagai personel atau bahkan intel polisi. Meski personel tersebut tidak menggunakan atribut Polri, biasanya petugas keamanan diskotek sudah mengenal mereka.Mereka pun dengan mudah masuk ke dalam Stadium. Mereka sengaja datang ke Stadium untuk berpesta. Tak hanya minuman keras yang ditenggak mereka, inex alias ekstasi pun ditelannya.Kasus tewasnya Bripda Jicky Vay Gumerang, di Stadium, menjadi salah satu buktinya. Anggota Polres Minahasa Selatan, Sulawesi Utara itu ditemukan tewas di Stadium, Jumat (16/5).Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan, Bripda Jicky Vay Gumerang tewas karena overdosis. "Hasilnya, dia overdosis amphetamin atau ekstasi," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/5).Miris, semoga peristiwa itu tak terulang ke depannya. Semoga para personel polisi lainnya sadar akan fungsi dan tugasnya. Sebagai penegak hukum, amat memalukan jika mereka justru menjadi pelanggar hukum itu sendiri.

Rekomendasi