Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali memberikan kekancingan (kenaikan pangkat atau gelar) kepada 650 abdi dalem. Ratusan abdi dalem itu dianggap telah berjasa serta mengabdi terhadap keraton peninggalan dinasti Mataram. Pemberian gelar ini sekaligus sebagai ritual tahunan yang dilakukan menjelang Tinggalan Dalem Jumenengan (ulang tahun kenaikan tahta) raja Paku Buwono (PB) XIII pada Minggu (25/5).Prosesi wisudawan abdi dalem itu dimulai Sabtu (24/5) atau sehari menjelang upacara inti Tinggalan Dalem Jumenengan di bangsal Smrakata dan Sidikara. Dari 650 wisudawan tersebut ada yang baru pertama kali diwisuda, dan ada yang menerima kenaikan pangkat.Pengageng III Museum dan Pariwisata Keraton Kasunanan Surakarta Kanjeng Pangeran (KP) Satrio Hadinagoro mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan kehadiran PB XIII Hangabehi. Namun demikian upacara tingalan dalem jumenengan yang merupakan ritual yang wajib tetap akan dilakukan. Seluruh persiapan menjelang upacara inti sudah dilakukan.
"Ini upacara wajib, warisan leluhur kita. Sebagai penerus keraton kami punya kewajiban untuk melaksanakannya apapun kondisinya," ujar Satrio kepada merdeka.com.
Menurutnya Satrio, seperti tahun-tahun sebelumnya dalam acara tersebut juga disajikan tari Bedhaya Ketawang. Tari sakral tersebut memang menjadi salah satu syarat utama upacara. Tarian tersebut untuk mengiringi lenggahnya (bertahtanya) Sinuhun PB XIII yang ada di Sasana Sewaka.
"Kami sudah sampaikan kepada raja, tentang waktu pelaksanaan upacara ini. Hanya saja apakah Sinuhun mau datang atau tidak belum tahu. Kalau Sinuhun tidak hadir, itu tidak menjadi persoalan dan prosesi tinggalan dalem jumenengan tetap berjalan sesuai dengan ketentuan berlaku. Sinuhun sebenarnya mempunyai kewajiban datang, sesuai sumpah jabatan saat naik tahta dulu," katanya.