Menjadi pengusaha di bidang apapun, mendapati kondisi untung dan rugi adalah hal lumrah. Tak terkecuali usaha bengkel ketok magic.Seperti yang dialami Yudi. Pengusaha ketok magic ini mengaku ketertarikannya pada dunia bisnis karena sadar akan keuntungan yang besar. Dia memulai usahanya ini sudah cukup lama saat masa orde baru.Saat itu, usaha ketok magic sangat langka. Alhasil dia pun kebanjiran konsumen. Berbekal ilmu yang dia dapat dari Mbah Tutur, pendiri ketok magic di Blitar, Jawa Timur, Yudi coba-coba memperbaiki mobil yang rusaknya parah dan ternyata hasilnya tak mengecewakan."Saya waktu itu benerin mobil yang udah rusak parah. Waktu itu saya dapet Rp 55 juta. Nah dari situ saya tertarik kerja kaya gini," cerita Yudi saat berbincang-bincang kepada merdeka.com, di Bengkelnya 'Sido Makmur' Jalan Skip No 8, Sunter Jaya, Jakarta Utara, Jumat (23/5).Keberhasilannya kala itu, membuat Yudi memilih usaha bengkel ketok magic sebagai mata pencariannya setiap hari. Penghasilan Yudi dari usahanya ini bisa membiayai keluarga serta empat karyawannya."Kalau engga untung engga mau. Dari pada bengkel yang gak karuan. Alhamdulillah di sini bersih," katanya.Pasang surut pun pernah dialaminya. Baik itu rugi secara material maupun ongkos yang murah. Meski sudah selama 25 tahun dan mendirikan bengkel ketok magic pertama di Jakarta Utara, dirinya enggan mendirikan tempat bengkel yang mewah.Baginya ketok magic identik dengan biaya yang murah dan cepat memperbaiki body mobil yang penyok. Sehingga, kerjanya pun dirahasiakan agar para konsumen seolah menjadi penasaran."Biar ada rahasianya. Yang penting, kita kerja yang rapih dan konsumen engga kecewa," ujarnya.
25 Tahun usaha ketok magic, Yudi pernah dibayar Rp 55 juta
Ketok magic identik dengan perbaikan body mobil dengan waktu yang singkat dan prosesnya tak bisa dilihat pengunjung.
Advertisement
Rekomendasi