Gugup dan takut itu yang menyelimuti para pelajar yang tengah menunggu pengumuman hasil Ujian Nasional (UN). Namun pagi ini hasil kelulusan UN tingkat SMA telah dikeluarkan secara serentak di seluruh Indonesia.Tentu kita bisa bayangkan bagaimana rasa senang, syukur, bahagia dan kegembiraan muncul dari wajah dan ekspresi mereka. Ada yang mengekspresikan kegembiraannya dengan tradisi yang positif dengan mengucapkan syukur, mengadakan syukuran dan sebagainya. Namun ada juga beberapa pelajar yang masih terjebak dalam tradisi buruk usai pengumuman UN.Apa saja tradisi buruk tersebut? Berikut 4 tradisi buruk rayakan kelulusan UN.
Advertisement
1. Tawuran
Ulah puluhan siswa SMA di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, ini tidak pantas ditiru. Usai menerima pengumuman kelulusan, mereka justru merayakannya dengan tawuran sesama pelajar di perkampungan dekat Stadion Utama Kendal, Selasa (20/5).Puluhan pelajar yang terlibat tawuran itu digaruk oleh polisi, dan diamankan di kantor Polres Kendal. Lain cerita dengan Kendal, pelajar di Jakarta usai menerima pengumuman lulus, seorang siswa dari SMK Budi Utomo tewas kesabet celurit karena terlibat tawuran.Menurut Kapolsek Senen Kompol Kartono, saat itu korban bersama rekan-rekan sedang melintas di tempat kejadian. Tak lama kemudian melintas bus yang berisi pelajar SMK di Kemayoran."Melihat korban lagi berjalan bersama rekannya, tiba-tiba dihadang pelajar yang sengaja turun dari bus hingga terjadi tawuran sesama pelajar," ujar Kartono.Kartono menambahkan, pelajar SMK asal Kemayoran langsung menyerang sambil mengeluarkan senjata tajam ke rombongan korban. Karena jumlah lawan lebih banyak, korban sempat kabur menyelamatkan diri."Namun korban disabet clurit di bagian paha kanan dan punggung korban. Korban pun ambruk," katanya.
Advertisement
2. Minum Miras
Selain tawuran, tradisi buruk berikutnya adalah pesta miras. Itulah yang terjadi dengan pelajar di Kendal, Jawa Tengah. Empat orang pelajar yang mengadakan pesta miras ini saat ini ditangkap dan diamankan di Polres Kendal.Menurut pengakuan pelajar tersebut, aksi pesta miras tersebut sebagai wujud kegembiraan dan melepas rasa tertekan yang mereka alami dari sebelum ujian hingga pengumuman keluar.Menurut Kapolres Kendal saat ini barang bukti berupa sepeda motor yang akan digunakan untuk konvoi dan beberapa botol minuman keras sudah disita pihaknya.
Advertisement
3. Konvoi
Ratusan lulusan SMA dari sejumlah SMA dan sederajat di Bandung selatan melakukan aksi konvoi kendaraan roda dua ke kawasan wisata Kawah Putih Ciwidey Kabupaten Bandung, Selasa. Mereka berboncengan satu sama lain."Para senior kami juga melakukan seperti ini tahun lalu, senang sekali bisa lulus dan konvoi menurut saya tidak masalah agar tidak mengganggu orang lain," kata Dicky Firmansyah, salah seorang lulusan SMA Soreang Kabupaten Bandung.
Advertisement
4. Coret-coret seragam
Tidak hanya melakukan konvoi kendaraan bermotor di jalan-jalan utama dalam kota, para pelajar yang telah dinyatakan lulus UN biasanya selalu menggelar aksi coret-coret baju seragam sebagai bentuk kegembiraan dan simbol masa berakhirnya seragam yang mereka gunakan.Seperti yang dilakukan oleh sejumlah pelajar SMA di Bandung Selatan. Selain mereka berkonvoi menuju Ciwidey, mereka juga mengadakan aksi coret seragam karena merasa senang dengan status lulus yang mereka terima pagi ini."Penasaran saja bila tidak coret-coretan, para senior kami juga melakukan seperti ini tahun lalu," kata Dicky Firmansyah, salah seorang lulusan SMA Soreang Kabupaten Bandung.Selain di Bandung, Di Kabupaten Pamekasan juga sejumlah siswa SMA menggelar aksi coret seragam. Sejumlah siswi juga melakukan aksi coret tidak hanya pada seragam namun juga mereka mencoret kerudung mereka dengan melepasnya sambil berteriak "aku bebas".Padahal pihak sekolah selalu mengimbau, dari pada dicorat-coret lebih baik seragam yang masih layak disumbangkan. Namun seolah menjadi tradisi, setiap kelulusan selalu diwarnai aksi corat-coret.