Ketika Jembatan Mengakhiri Enam Tahun Perjuangan Warga Uduwey

Bagi warga, perjalanan menyeberangi sungai bukan sekadar soal berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya. Mereka harus meniti jalan menurun dan melepas sepatu sebelum masuk ke aliran air.

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
Ketika Jembatan Mengakhiri Enam Tahun Perjuangan Warga Uduwey
Warga Papua Barat ceritakan perjuangan enam tahun seberangi sungai kepada Prabowo. (tangkapan layar video).

Selama enam tahun, sungai menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian warga Kampung Uduwey, Papua Barat. Setiap hendak beraktivitas, termasuk mengantar anak ke sekolah, mereka harus melewati aliran sungai yang tak selalu bersahabat.

Bagi warga, perjalanan menyeberangi sungai bukan sekadar soal berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya. Mereka harus meniti jalan menurun dan melepas sepatu sebelum masuk ke aliran air.

Ketika hujan deras turun, pilihan mereka bahkan semakin terbatas.

“Kalau hujan lebat kami berada di kampung, kami tidak beraktivitas,” tutur Rumerus, tokoh agama Kampung Uduwey.

Kondisi itu berlangsung bertahun-tahun hingga sebuah jembatan akhirnya hadir di kampung mereka. Jembatan tersebut dibangun oleh TNI Angkatan Darat dan menjadi salah satu dari ribuan jembatan TNI-Polri yang diresmikan secara daring oleh Presiden Prabowo Subianto dari Istana Merdeka, Jakarta.

Dalam acara peresmian yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (13/8)), Rumerus berkesempatan berdialog langsung dengan Presiden Prabowo.

“Kami melewati sungai ini selama 6 tahun. Mungkin Bapak bisa rasakan apa yang kami rasakan,” kata Rumerus.

Kalimat itu menggambarkan penantian panjang warga Uduwey. Enam tahun menyeberangi sungai akhirnya berganti dengan perjalanan melalui jembatan yang membuat mobilitas warga jauh lebih mudah.

Sekitar 70 keluarga kini merasakan manfaat keberadaan jembatan tersebut. Bagi mereka, jembatan bukan hanya infrastruktur yang menghubungkan dua sisi wilayah, tetapi juga membuka jalan bagi aktivitas yang selama ini kerap terhambat.

Anak-anak sekolah menjadi salah satu kelompok yang paling merasakan perubahan. Jika sebelumnya perjalanan menuju sekolah harus mempertimbangkan kondisi sungai dan cuaca, kini akses pendidikan menjadi lebih lancar.

Begitu pula dengan kegiatan ekonomi masyarakat sehari-hari. Mobilitas warga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kondisi air dan hujan.

Rumerus menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, serta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, pembangunan tersebut menjadi wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat di Papua Barat.

Ketika Air Bersih Juga Menjadi Perjuangan

Cerita tentang perjuangan mendapatkan akses dasar tidak hanya datang dari Papua Barat.

Dalam kesempatan yang sama, warga Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menyampaikan rasa syukur atas pembangunan lima titik sumur bor di wilayah mereka.

Pulau Raas memiliki tantangan geografis tersendiri. Wilayah tersebut cukup terisolasi dengan waktu tempuh sekitar enam jam perjalanan laut dari pusat kabupaten.

Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan, mendapatkan air bersih bukan perkara sederhana. Karena itu, hadirnya lima titik sumur bor memberikan arti penting bagi kehidupan sehari-hari.

Perwakilan masyarakat Pulau Raas menyampaikan terima kasih kepada Presiden bersama jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama yang mendukung pembangunan tersebut.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden karena sudah membangunkan sumur bor lima titik di kecamatan kami,” ujar dia.

Di Uduwey, jembatan mengubah cara warga menempuh perjalanan. Di Pulau Raas, sumur bor menghadirkan akses terhadap air bersih.

Dua wilayah yang berjauhan itu memperlihatkan persoalan yang berbeda, tetapi memiliki satu kesamaan: bagi masyarakat di daerah yang sulit dijangkau, infrastruktur sederhana dapat mengubah banyak hal dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi warga Uduwey, enam tahun menyeberangi sungai kini tinggal menjadi cerita. Jembatan yang hadir akhirnya membuat perjalanan ke sekolah, bekerja, dan menjalankan aktivitas sehari-hari tidak lagi harus menunggu sungai dan cuaca bersahabat.

Rekomendasi