Mabes Polri terus melakukan penyelidikan terkait kasus sodomi anak di Jakarta International School (JIS). Bahkan Federal Bureau Investigation (FBI) berjanji akan segera membantu Polri dalam mengungkap kasus tersebut.Wakil Direktur Tindak Pidana Umum (Wadir Tipidum) Kombes Pol Tony Hermanto menjelaskan bahwa FBI rencananya akan segera bertandang ke Mabes Polri pada Senin (5/5) mendatang. Kedatangan FBI itu untuk melakukan koordinasi dengan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Komjen Pol Suhardi Alius terkait buronan FBI yang ternyata diketahui sudah pernah mengajar di JIS selama sepuluh tahun silam.Buronan dari FBI itu adalah William James Vahey pernah menjadi pengajar di JIS sejak 1992 hingga 2002. Hingga kini FBI masih melakukan inventaris berbagai kasus yang pernah dilakukan Vahey kepada anak didik berusia 12 hingga 14 tahun, yang diduga sudah dilakukannya puluhan tahun."Rencananya Senin nanti FBI bakal datang ketemu kabareskrim dan kadiv humas untuk berkoordinasi. Proses penyidikan (kasus JIS) masih terus berlanjut, kami juga masih membutuhkan keterangan orang tua dan korban," kata Tony di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (30/4).Sementara itu, Suhardi Alius pun merasa senang jika FBI mau memberikan informasi-informasi tambahan mengenai kasus paedofil JIS itu. Dia berjanji akan terus mendalami dan mengusut kasus ini hingga tuntas."FBI juga men-support dan mengapresiasi kerja kita, makanya mereka memberikan info soal adanya buronan itu. Kasus ini kan juga masih terus berkembang, apakah akan ada korban lain juga masih kita terus didalami," imbuh jenderal bintang tiga ini.
Selidiki kasus sodomi di JIS, FBI tiba di Jakarta Senin
FBI akan turun tangan mengusut kasus sodomi anak di JIS serta memberikan info-info penting kepada Mabes Polri.
Advertisement
Rekomendasi