Komandan Lanud Ngurah Rai Kolonel Pnb Sugiharto Prapto menjelaskan, sinyal terjadi pembajakan pesawat Boeing 738 dengan nomor penerbangan VA 41 milik Virgin Australia rute Brisbane-Denpasar pertama kali diterima oleh air traffic control (ATC) di Makassar. Kemudian informasi itu langsung diteruskan ke Bandara Ngurah Rai Bali."Informasinya dari Makassar ada pembajakan," kata Sigiharto di Bandara Ngurah Rai Bali, Jumat (25/4).Setelah pesawat mendarat di Bandara Ngurah Rai, petugas langsung siap siaga. Petugas dari kepolisian langsung memerintahkan pelaku, Matt Christoper, angkat tangan. Pelaku adalah warga negara Australia berusia 28 tahun.Saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan. Dengan cepat, Christoper langsung dibekuk. Diketahui pelaku membuat keributan karena sedang mabuk."Pelaku tidak bersenjata. Kita awalnya berteriak untuk meminta pelaku angkat tangan," jelasnya.Untuk menyelidiki apakah ada pelaku lain, seluruh penumpang pesawat yang berjumlah 139 diperiksa satu per satu. Setelah itu penumpang dibawa ke bandara."Cek satu per satu saat penumpang turun dari pesawat. Setelah pelaku kita tangkap, pengecekan seluruh penumpang apakah ada yang terindikasi terlibat dengan kejadian tersebut," ujarnya.Christoper saat ini tengah diperiksa oleh pihak kepolisian. Pelaku saat ini masih belum stabil karena masih di bawah pengaruh alkohol.
Sinyal pertama pembajakan pesawat Virgin ditangkap ATC Makassar
Saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan. Dengan cepat, Christoper langsung dibekuk.
Rekomendasi