Informasi pembajakan membuat pasukan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) langsung bersiap untuk diterjunkan ke bandara Ngurah Rai, Bali. Tetapi setelah bersiap di Halim, mereka mendapat informasi bahwa itu bukan pembajakan. Hasilnya pasukan pun tidak jadi diberangkatkan.
"Pasukan batal diterjunkan, anggap saja tadi latihan penanggulangan teror," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Andika Perkasa lewat sambungan telepon, Jumat (24/3).Andika mengatakan memang sebelumnya pasukan sudah siap serbu ketika mendapat informasi pembajakan itu. "Pasukan sudah disiapkan di (Bandara) Halim. Tapi karena tadi mendapatkan informasi jika yang melakukan orang mabuk dan sudah ditangani maka batal diterjunkan," ujarnya.
TNI telah menyiagakan pasukan untuk melakukan operasi pembebasan sandera."Dari Jakarta, dari Halim ada Gultor Kopassus ada Den Bravo dari Paskhas TNI AU sudah siap membantu," kata Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya, Jumat (25/4).
Panglima TNI Jenderal Moeldoko pun sudah memberi lampu hijau untuk penyerbuan. "Kita siap serbu, panglima sudah perintahkan," kata Fuad.
Namun diketahui ternyata yang terjadi bukan pembajakan. Melainkan seorang bule mabuk menggedor-gedor pintu cockpit. Sesaat setelah mendarat di Bandara Ngurah Rai, aparat kepolisian dan TNI berhasil membekuk pria WN Australia yang mabuk tersebut.