Diperiksa cengengesan, saat rekontruksi pembunuh Ade Sara nangis

Keduanya kompak menutup mulut rapat-rapat ketika wartawan mencoba mewawancarai.

Dedi Rahmadi
Oleh Dedi Rahmadi - Reporter
Diperiksa cengengesan, saat rekontruksi pembunuh Ade Sara nangis
Rekonstruksi pembunuhan Ade Sara. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Pasangan pembunuh Ade Sarah Angelina Suroto, Ahmad Imam Al-Hafitd (19) alias Hafiz dan Asyifa Ramadhani (19) alias Syifa menjalani rekonstruksi kasus di halaman parkir Polda Metro Jaya, kemarin. Keduanya menangis usai menjalani rekonstruksi di beberapa tempat, hal ini kontras dengan sikap mereka saat diperiksa setelah tertangkap.Hafiz dan Syifa sempat diperiksa Unit Jatanras Satuan Reskrim Polresta Bekasi Kota. Keduanya tampak santai dan tidak ada raut wajah tegang saat berada di kantor polisi."Kalau dilihat dari wajahnya, mereka terlihat seperti biasa. Bahkan ketawa-ketawa saat diperiksa," kata Kepala Sub Bagian Humas Polresta Bekasi Kota, AKP Siswo saat ditemui merdeka.com, Jumat (7/3).Siswo mengatakan, secara lisan pelaku mengaku menyesal telah membunuh korban. "Ya menyesal lah," ujarnya.Bahkan saat tiba di Polresta Bekasi, Syifa sempat menebar senyum saat wartawan mengabadikan gambarnya dengan Hafiz.

Namun senyum dan tawa itu sirna setelah keduanya menjalani rekonstruksi pembunuhan sadis berpakaian tahanan. Syifa terlihat menangis sendu. Air matanya membasahi wajahnya tersebut. Sementara kekasihnya, Hafiz nampak murung. Keduanya kompak menutup mulut rapat-rapat ketika wartawan mencoba mewawancarai.Ketika seorang penyidik bertanya mengenai adegan rekonstruksi, kedua tersangka menjawab dengan nada cukup pelan.Seorang penyidik bertanya, "pada saat di bengkel kamu turun?"Selang beberapa lama Hafiz menjawab, "iya, saya turun dan ngobrol dengan teknisi bengkel."Sedang Syifa pun demikian. Mulutnya terus bergumam, tak jelas apa yang diucapkannya. Saat bertemu Hafiz pun Syifa tak bertegur sapa. Mereka hanya saling tahu saja kehadiran masing-masing.Rekontruksi itu juga dihadiri Ayahanda korban, Suroto yang memperhatikan betul setiap detail rekontruksi dan mengabadikan lewat kamera foto. Suroto berkeliling memutari garis polisi pada saat rekontruksi dilakukan oleh pasangan sejoli Hafiz dan Syifa.Dengan mata berkaca-kaca namun cukup tegar, Suroto duduk bersilang kaki di atas trotoar parkir mobil dekat rekonstruksi berlangsung. Sambil minum air, Suroto kembali memutar adegan rekonstruksi yang sempat diabadikannya. Lelah pun terpancar dari raut muka Suroto. Rasa sedih dan duka masih dirasakannya."Luka ya sudah luka, dihapus sekalipun masih tetap ada. Tapi saya ikhlas," kata Suroto ketika ditemui di lokasi, Kamis (3/4).

Rekomendasi