Pemerintah cari solusi permanen rekonsiliasi Syiah Sampang

"Cukup tenang sekarang ini mereka jaga anak-anak sekolah. Baru kita cari solusi permanen," ujar Gamawan.

Putri Artika R
Oleh Putri Artika R - Reporter
Pemerintah cari solusi permanen rekonsiliasi Syiah Sampang
Syiah Sampang. ©2013merdeka.com/m. luthfi rahman

Pemerintah yakin upaya rekonsiliasi warga Syiah di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, dapat segera diselesaikan. Mendagri Gamawan Fauzi mengatakan pihaknya terus mencari solusi permanen agar keadaan tetap kondusif."Masih dalam proses terus kita tetap membahas itu," ujar Gamawan di Gedung Nusantara V DPR, Jakarta, Kamis (20/3).Gamawan mengatakan keadaan di Sampang sekarang ini cukup tenang. Pemerintah pun sering memantau bersama rektor universitas Islam setempat yang menjadi ketua rekonsiliasi."Cukup tenang sekarang ini mereka jaga anak-anak sekolah. Baru kita cari solusi permanen," ujarnya.Dengan keadaan yang cukup tenang itu, pemerintah terus mengusahakan mencari solusi permanen. "Akan diusahakanlah kita cari solusi nanti. Ini sedang kita cari," tegas Gamawan.Konflik Syiah sampang di Madura memanas setelah ada pembakaran rumah-rumah penduduk pada 2012. Pemerintah daerah setempat sulit memadamkan amarah warga Sunni sehingga warga Syiah terusir ke luar permukimannya. Kini warga Syiah masih mengungsi di rumah susun sistem sewa Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj mengecam relokasi paksa terhadap penganut aliran Syiah di Sampang, Madura, dari lokasi pengungsian di GOR Sampang ke rumah susun sistem sewa Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo. Menurutnya, hal itu merupakan wujud kegagalan pemerintah dalam melindungi dan menjamin hak hidup warganya."Jika memang benar itu dilakukan dengan disertai pemaksaan, kami mengecam. Itu wujud kegagalan pemerintah dalam melindungi warganya yang memiliki hak untuk hidup di tanah kelahirannya," tegas Said.

Rekomendasi