Akil Mochtar dan Hambit bertengkar di sidang Tipikor

Saksi yang dihadirkan selain Hambit, yakni dua terdakwa lainnya, yaitu Chairunnisa dan Cornelis.

Putri Artika R
Oleh Putri Artika R - Reporter
Akil Mochtar dan Hambit bertengkar di sidang Tipikor
Akil Mochtar di Sidang Chairun Nisa. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Terdakwa kasus suap penanganan sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar bersitegang dengan saksi Hambit Bintih dalam persidangan hari ini. Mereka bersitegang soal pertemuan awal pertemuan keduanya terkait bantuan penanganan sengketa Pilkada Gunung Mas.Awalnya, Akil bertanya pada Hambit siapa yang menghubungi Chairunnisa, anggota DPR dari Fraksi Golkar. Disebut-sebut, Chairun Nisa juga terdakwa kasus ini, merupakan seorang perantara."Saudara saksi, pertama ketemu Chairun Nisa tanggal berapa?" tanya Akil."Tanggal 19 di Hotel Sahid," jawab Hambit."Dalam pertemuan itu apakah Chairun Nisa tunjukkan sms?" tanya Akil."Kalau saat itu tidak ada sms. Karena pukul 15.00 WIB sore," jawab Hambit.Akil langsung menanggapi pernyataan Hambit, dan mengatakan jika dirinya di SMS Chairun Nisa pada tanggal 12. Oleh Hambit, pernyataan Akil langsung ditanggapi bahwa hal itu bukan urusannya, tanggal berapa dihubungi Chairunnisa."Saya kurang tahu urusan Bapak dan Chairun Nisa," tepisnya.Menurut Hambit, dirinya hanya ditawarkan oleh Chairun Nisa untuk penanganan sengketa Pilkada di Gunung Mas. Namun sebelum itu, kata Hambit, Chairun Nisa bilang akan menghubungi Akil terlebih dulu. Hal inilah yang dipermasalahkan Akil."Tanggal 19 sodara ketemu CH tidak, minta dia untuk hubungi saya?," tanya Akil."Saya sudah ketemu, setelah itu bu Nisa bilang, udahlah saya harus SMS beliau (Akil) dulu," jawab Hambit."Kenapa dia harus SMS saya?," tanya Akil dengan nada tinggi."Saya ndak tahu. Dia kan yang SMS bapak," tegas Hambit lagi.Mendengar omongan Hambit, Akil langsung membantah keras. "Tidak mungkin," bantah AkilHambit pun tidak mau kalah. Dia tidak tahu mengapa jawaban Chairun Nisa seperti itu. "Jangan tanya saya," ujarnya.Perseteruan Akil dengan Hambit tak hanya di situ saja. Setelah berhubungan dengan Chairunnisa, Hambit diketahui bertemu dengan Doddy, orang yang mengaku kenal dengan Akil lantaran satu grup Panjat Tebing di Gunung Mas, Sulawesi Tengah.Dengan Doddy, Hambit dipertemukan dengan Akil. Namun, Akil bertanya kepada Hambit apakah pernah mendengar dirinya sempat tidak mau bertemu. Akil mengatakan alasannya karena calon incumbent kemungkinannya sulit dimenangkan di gugatan MK."Saya bilang saudara incumbent, kalau incumbent selalu berat kalau sidang," ujar Akil."Bukaan berat kalau sidang, berat ya kasusnya," sanggah Hambit membenarkan perkataan Akil kala itu."Iya, saya bilang incumbent itu selalu, berat," ujar Akil."Saya bilang, gimana tau berat baca aja belum," ujar Hambit.Akil pun langsung memotong, "Bagaimana saudara tahu saya udah baca atau belum?""Kan baru berkas di atas meja," jawab Hambit cepat.Melihat jawab-jawaban seperti itu, Hakim Suyidia sempat menengahi. "Saya ingatkan supaya lancar ya. Tidak saling memotong. Pikir pertanyaan dan jawabannya dulu," ujarnya."Saya tidak ada masalah, saya apa adanya. Persoalannya ndak ada saksi, hanya kami berdua. Silakan yang mulia, para jaksa menilai," ujar Hambit.Hakim pun meminta tanya jawab secara sehat. Tidak dengan emosi. Setelah itu, Akil kembali melemparkan 'serangan' ke Hambit."Sodara tadi katakan RI 9, ketua MK, saya takut, sekarang saudara bisa ngomong seperti itu di hadapan saya, masuk akal gak itu?" tanya Akil."Kalau sudah Ketua MK bilang berat, siapa yang tidak takut dalam perkara," ujar Hambit.Akil pun kembali berang. Menurutnya, jawaban Hambit hanya persepsi. "Itu persepsi saudara. Kalau saudara mau katakan lain, silakan saja," jawab Akil.Akil semakin berang ketika kembali tanya jawab soal Hambit yang meminta bantuan kepada Doddy atau Chairunnisa. Akil menilai jawaban Hambit bohong dan mengada-mengada tentang pertemuannya dengan Doddy dan juga Chairunnisa."Saudara berbohong tapi Tuhan kan tahu, saudara beriman kan?" ancam Akil."Sama-sama kita," balas Hambit."Budaya lagi, nanti anda disumpah secara adat loh," ancam Akil lagi."Malah bapak menghina dayak kan," jawab Hambit.Mendengar tanya jawab sudah keluar konteks, Jaksa pun protes. Namun, Akil malah tambah marah."Saya juga punya hak untuk bertanya," potong Akil kepada Jaksa."Tapi jangan maksa kehendak," jawab Jaksa."Bukan memaksa, saya hanya tanya percaya Doddy atau CH?," ujar Akil, membela diri.Hingga saat ini, persidangan masih berlangsung. Saksi yang dihadirkan selain Hambit, yakni dua terdakwa lainnya, yaitu Chairun Nisa dan Cornelis.

Rekomendasi