Tangkap bandar ekstasi, polisi dikejar warga hingga masuk parit

Kapolda Sumsel mengeluhkan sikap warga yang membekingi para pengedar narkoba.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Tangkap bandar ekstasi, polisi dikejar warga hingga masuk parit
Ilustrasi Polisi. ©2014 Merdeka.com

Kapolda Sumsel Irjen Pol Saud Usman Nasution mengungkapkan, kesadaran warga Sumsel terhadap bahaya narkoba masih rendah. Hal ini dibuktikan masih banyaknya warga yang membekingi jaringan atau bandar narkoba.Menurut Saud, membongkar jaringan narkoba tidaklah sulit. Perlu biaya cukup besar dan waktu yang lama. Oleh karena itu warga harusnya dapat bekerjasama dengan aparat kepolisian untuk membongkar memutus rantai jaringan itu di provinsi ini.Apalagi saat ini narkoba makin mengganas dan makin membahayakan eksistensi generasi bangsa. "Harusnya warga bisa bekerjasama untuk membongkar jaringan narkoba, bukan malah membekingi bandarnya. Petugas juga perlu informasi dari warga," ungkap Saud kepada merdeka.com, Kamis (6/3).Dia mencontohkan, beberapa waktu lalu, Polda Sumsel menyita sekitar 500 butir ekstasi di salah satu desa di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Sayangnya, upaya untuk menangkap bandarnya cukup kesulitan karena warga menghalangi petugas."Bahkan saat petugas mengangkut bandar dan barang bukti, dikejar-kejar warga. Sampai-sampai mobilnya masuk parit. Beruntung bandar dan barang buktinya sudah di tangan petugas. Sikap seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi. Bagaimana mau menumpas jaringan narkoba kalau warganya seperti itu," keluh mantan Komandan Densus 88 Polri ini.

Rekomendasi